Bank BJB Bakal Gelar RUPSLB, Batalkan Pengangkatan Mardigu & Helmy Yahya sebagai Komisaris
BJBR akan menggelar RUPSLB pada 1 Desember 2025 untuk membatalkan pengangkatan Mardigu dan Helmy Yahya sebagai komisaris.
(Bisnis.Com) 10/11/25 12:45 33633
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda membatalkan pengangkatan Komisaris Utama Independen, Komisaris Independen, dan Direktur Kepatuhan Perseroan.
Dalam surat pemanggilan RUPSLB 2025 manajemen Bank BJB menyebut bahwa rapat akan diselenggarakan pada 1 Desember 2025 pukul 09.00 WIB.
“Mata Acara merupakan tindaklanjut dari surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor SR-294/PB.02/2025,SR-356/PB.02/2025 dan S-338/KO.12/2025,” tulis manajemen Bank BJB dalam keterbukaan BEI, dikutip Senin (10/11/2025).
Para pemegang saham Bank BJB sebelumnya sepakat mengangkat Wowiek Prasantyo sebagai komisaris utama independen, Helmy Yahya sebagai komisaris independen, dan Joko Hartono Kalisman sebagai direktur kepatuhan dalam RUPSLB yang dilaksanakan pada April 2025.
Menyusul pengangkatan tersebut, ketiga tokoh tersebut harus menjalani penilaian kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test yang digelar oleh OJK.
Dalam catatan Bisnis, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menjelaskan alasan penunjukan Mardigu Wowiek alias Bossman Mardigu dan Helmy Yahya sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen Bank BJB.
Sebagai pemegang saham pengendali BJB, Dedi mengatakan pihaknya memilih kedua tokoh influencer tersebut atas dasar profesionalisme.
“Saya minta mau enggak menjadi komisaris di Bank Jabar. Bosman itu jawab saya harus istikharah dulu. Nah, itu perlu waktu beberapa hari saya menunggu [jawaban],” katanya.
Begitu juga Helmy Yahya yang tidak langsung mengiyakan tawaran KDM. "Beliau juga mengatakan, saya harus berpikir ulang dulu beberapa saat," katanya.
KDM memastikan ingin memilih orang-orang yang dipercaya oleh publik dan memiliki pengetahuan yang cukup serta pengalaman yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan. "Itu alasannya. Jadi kita harus memilih orang yang dipercaya oleh publik dan memiliki pengalaman," katanya.
Dengan Mardigu, KDM mengaku baru berdiskusi dua kali. Namun dari sana ia melihat pemahaman yang luas dari Bossman terkait ekonomi. "Kalau diskusi malah hanya baru bertemu dua kali, saya lebih banyak lihat pemahaman dan pengayaan pengetahuan tentang ekonomi, tentang politik, dagang dan sejenisnya," katanya.
KDM optimistis hasil RUPS Bank BJB ini disambut positif oleh pasar. Dia mencermati harga saham bank berkode BJBR tersebut sejak pagi. "Sejak tadi pagi saham Bank Jabar terus mengalami peningkatan. Siang ini di angka Rp890. Hampir menyentuh angka Rp900. Kemarin saya menjabat jadi gubernur itu kisaran angkanya sebelum saya dilantik setelah belum dilantik kisaran angkanya Rp600, Rp700 sekarang sudah naik," paparnya.
Artinya, kata KDM, pasar menyambut positif RUPS yang dilaksanakan ini. "Mudah-mudahan ini adalah hadiah terbaik bagi masyarakat Jawa Barat dan Banten karena TBK juga masyarakat Indonesia. Terima kasih," pungkasnya.
#bjbr-rupslb #bank-bjb-rupslb #pembatalan-komisaris-bjb #helmy-yahya-bjb #mardigu-wowiek-bjb #rupslb-bank-bjb #ojk-fit-and-proper-test #bank-jabar-saham #komisaris-independen-bjb #direktur-kepatuhan-bj