Wisuda Untar Kukuhkan 1.167 Wisudawan, Angkat Budaya Kalimantan Tengah
Universitas Tarumanagara (Untar) resmi mengukuhkan 1.167 wisudawan dalam Wisuda ke-86. Wisuda kali ini mengangkat tema “Move Beyond: Membangun Generasi Berdampak,... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 09/11/25 21:11 32960
JAKARTA - Universitas Tarumanagara (Untar) resmi mengukuhkan 1.167 wisudawan dalam Wisuda ke-86 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (8/11/2025).Wisuda kali ini mengangkat tema “Move Beyond: Membangun Generasi Berdampak, Tangguh, dan Inspiratif”, yang sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan inklusif.
Pada momen ini, Untar kembali menghadirkan nuansa budaya Nusantara. Wisuda ke-86 mengangkat budaya Kalimantan Tengah sebagai bentuk pelestarian nilai budaya Indonesia.
Komitmen Untar dalam mengangkat tema budaya Nusantara secara berkelanjutan telah tercatat dalam Rekor MURI, sebagai bukti konsistensi Untar dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Sebagai bagian dari acara, ditampilkan tarian khas Kalimantan Tengah berjudul Kagenep Andau Bawi Itah, yang menggambarkan makna perlindungan dan harapan. Tarian ini menjadi pengiring pembacaan Janji Wisuda Tri Dharma Satya.
Karya tari tersebut dikoreografikan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Untar yang tergabung dalam Unit Kegiatan Ekstrakurikuler Padmanagara, dan secara resmi telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan
Intelektual (HKI).
Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro dalam sambutannya menyampaikan bahwa Untar terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
“Kelulusan bukan hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga oleh perjuangan dan keteguhan hati menghadapi tantangan. Para lulusan Untar telah membuktikan semangat dan keteguhan luar biasa,” ujarnya, melalui siaran pers, Minggu (9/11/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Gatot P. Soemartono dosen Fakultas Hukum Untar, bertindak sebagai orator wisuda dengan topik “Move Beyond”. Ia mengajak para wisudawan untuk terus belajar dan melampaui batas dengan tiga prinsip utama:
“Teruslah bertumbuh dan melampaui batas dalam menghadapi dunia profesional, serta berkontribusilah untuk kemajuan bangsa,” pesannya.
Ciptakan “Sarjana Plus” Lewat Lembaga Sertifikasi Profesi Untar
Dalam momentum bersejarah tersebut, Untar juga menerima Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Untar dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat diterima oleh Prof. Dr. Amilin mewakili Rektor Untar, disaksikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi.
Prof. Amad Sudiro menjelaskan, lisensi ini merupakan langkah penting untuk melahirkan “Sarjana Plus”, yakni lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Dengan sertifikasi ini, lulusan Untar menjadi Sarjana Plus yang matang secara keilmuan dan diakui kompetensinya di dunia industri. Proses lisensi ini menantang karena harus melalui tahapan verifikasi selama enam bulan, namun Untar berhasil menyelesaikannya dengan cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan LSP Untar akan segera dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa mulai semester berikutnya dan menjadi nilai tambah strategis bagi lulusan mendatang.
Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, memberikan tanggapan dan apresiasi terhadap keberhasilan Untar dalam memperoleh lisensi LSP. Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan penting agar lulusan perguruan tinggi siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Banyak lulusan universitas di Indonesia, tapi tidak semuanya siap diterima di dunia kerja. Melalui sertifikasi ini, lulusan Untar menjadi Sarjana Plus yang memiliki keunggulan kompetitif dan siap bersaing secara profesional,” ujarnya.
Prof. Ariawan menjelaskan, konsep “Sarjana Plus” yang diusung Untar mirip dengan sistem sertifikasi profesional yang diterapkan di sejumlah universitas di Australia dan negara maju lainnya.
“Sertifikat ini bukan hanya simbol, tetapi bentuk pengakuan atas kompetensi. Dengan bekal ini, lulusan Untar bisa langsung action — siap kerja dan siap berkarya di masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa tema “Move Beyond” mencerminkan filosofi penting bagi mahasiswa Untar agar tidak cepat menyerah dan berani menghadapi tantangan.
“Move Beyond berarti menembus batas, menantang diri, dan tidak berhenti pada satu capaian. Seperti mendaki tangga menuju pemandangan indah — prosesnya berat, tapi hasilnya memuaskan. Itulah semangat yang ingin kami tanamkan kepada seluruh mahasiswa Untar,” tutupnya.
(nnz)
#kalimantan-tengah #universitas-tarumanagara-untar #wisuda #wisudawan