Penyaluran KUR di Sulsel Ditarget Rp17,03 Triliun, Perbankan Ungkap Tantangannya
Penyaluran KUR di Sulsel ditargetkan Rp17,03 triliun pada 2026. Tantangan utama adalah rendahnya literasi keuangan dan kendala geografis.
(Bisnis.Com) 29/06/26 23:38 263198
Bisnis.com, MAKASSAR - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memacu akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pada tahun ini, pemerintah membidik realisasi pembiayaan bersubsidi tersebut mampu menyentuh angka Rp17,03 triliun.
Target tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan capaian sepanjang tahun lalu. Sebagai catatan, realisasi KUR di Sulsel pada 2025 mencapai kisaran Rp15,8 triliun yang terserap oleh sekitar 328.000 debitur.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Sulsel Angkaswantoro mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, realisasi KUR di wilayahnya baru membukukan angka Rp7,78 triliun atau belum mencakup separuh dari target tahunan.
Meski demikian, pihak otoritas fiskal optimistis target Rp17,03 triliun tersebut dapat terpenuhi, kendati secara historis Sulsel kerap meleset dari target yang telah ditetapkan.
"Meskipun kondisinya selalu tidak memenuhi target yang ditetapkan, namun kita selalu mendorong perbankan untuk terus menyalurkan kreditnya agar perekonomian juga senantiasa berkembang," ujar Angkaswantoro di Makassar, Senin (29/6/2026).
Di sisi penyalur, sektor perbankan mengaku masih harus berhadapan dengan sejumlah tantangan klasik di lapangan guna menggenjot penyaluran KUR di Sulsel.
Regional Mikro Banking Head PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Region 15 Makassar Iwan Suprianto membeberkan setidaknya ada dua tantangan utama dalam akselerasi KUR di wilayah tersebut, yakni rendahnya tingkat literasi keuangan dan kendala geografis.
Tantangan pertama, menurut Iwan, berakar dari masih minimnya kesadaran transaksi masyarakat. Hal ini berimbas pada buruknya catatan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akibat jeratan pinjaman online (pinjol).
"Ketika SLIK-nya bermasalah karena pinjaman online yang kini hampir semua terdaftar di OJK, itu menjadi tantangan pertama buat kami untuk meloloskan kredit," jelas Iwan.
Sementara itu, tantangan kedua datang dari topografi geografis Sulsel yang memiliki banyak wilayah kepulauan terpencil dan belum terjangkau oleh akses kantor kas konvensional. Iwan mencontohkan, salah satu wilayah di Kepulauan Selayar bahkan membutuhkan waktu tempuh hingga 8 jam perjalanan.
Guna menyiasati keterbatasan geografis tersebut, emiten bank pelat merah ini mengandalkan optimalisasi jaringan keagenan serta strategi jemput bola atau on the spot (OTS).
Iwan menjelaskan pihaknya mengatasi hambatan jarak tersebut dengan menempatkan Agen BRILink di wilayah-wilayah kepulauan. Selain itu, petugas BRI juga diminta turun langsung melakukan OTS ke pulau-pulau tersebut pada periode tertentu untuk memproses pengajuan kredit masyarakat.
Melalui strategi ini, masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat melakukan aktivitas perbankan secara berkelanjutan.
#kur-sulsel #penyaluran-kur #kredit-usaha-rakyat #kur-sulawesi-selatan #target-kur-sulsel #tantangan-kur-sulsel #literasi-keuangan-sulsel #geografis-sulsel #perbankan-sulsel #bri-makassar #agen-brilink