BUMN PP Presisi (PPRE) Divestasi Bisnis Konstruksi Senilai Rp 1,6 Triliun

BUMN PP Presisi (PPRE) Divestasi Bisnis Konstruksi Senilai Rp 1,6 Triliun

Anak usaha PT PP Tbk (PTPP), yakni PT PP Presisi Tbk (PPRE) mendivestasikan anak usaha dibidang konstruksi PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) kepada PT Lancarjaya Investama Abadi

(Katadata) 26/06/26 15:00 260744

Anak usaha PT PP Tbk (PTPP), yakni PT PP Presisi Tbk (PPRE) mendivestasikan anak usaha dibidang konstruksi PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,6 triliun.

Divestasi entitas usaha ini sejalan dengan program penataan dan pengelolaan anak usaha BUMN yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Langkah strategis ini juga demi memperkuat struktur keuangan melalui pemenuhan kewajiban kepada kreditur. Aksi itu juga diharapkan mengurangi beban bunga, meningkatkan likuiditas, hingga memperkuat modal kerja untuk mendukung operasional dan ekspansi PPRE bisnis ke depan.

Direktur Utama PP Presisi, Rizki Dianugrah, mengatakan berbagai langkah strategis yang dijalankan PPRE merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk membangun struktur bisnis yang lebih kuat, sehat, dan adaptif terhadap dinamika pasar.

"Perseroan terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional," ujar Rizki dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (26/6).

Apabila menilik kinerja keuangannya tahun buku 2025, kinerja emiten konstruksi pelat merah itu lesu sepanjang 2025. Kinerja PPRE malah berbalik dari laba pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, PPRE mencatatkan rugi bersih Rp 1,46 triliun sepanjang 2025. Angka itu berbalik dari laba pada tahun 2024 yang sempat mencatatkan keuntungan Rp 90,33 miliar. Jika dikalkulasikan rugi BUMN konstruksi itu terkontraksi 1.719% secara tahunan atau year on year (yoy).

Dari sisi pendapatan, PPRE masih mencatatkan kenaikan 4,09% yoy menjadi Rp 3,94 triliun, meningkat 4,09% dibandingkan Rp 3,79 triliun pada 2024. Namun, beban pokok pendapatan melonjak lebih tinggi, yakni 35,25% yoy menjadi Rp 4,07 triliun dari Rp 3,01 triliun pada 2024. Akibatnya, perseroan berbalik dari laba kotor Rp 778,22 miliar menjadi rugi kotor Rp 128,76 miliar atau anjlok 116,54% yoy.

Dari sisi operasional, beban usaha meningkat 3,95% yoy menjadi Rp 107,09 miliar. Kerugian penurunan nilai melonjak tajam 1.053,49% yoy menjadi Rp 656,03 miliar dari Rp 56,90 miliar. Beban keuangan juga naik 12,83% yoy menjadi Rp 374,27 miliar.

Setelah pajak, Perseroan membukukan rugi bersih Rp 1,35 triliun, berbalik dari laba Rp 194 miliar atau anjlok 796,55%. Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar tercatat Rp 143,06, berbalik dari laba per saham Rp 8,84.



#bumn #pp-presisi #update-me

https://katadata.co.id/finansial/bursa/6a3e31a929817/bumn-pp-presisi-ppre-divestasi-bisnis-konstruksi-senilai-rp-1-6-triliun