Pelni Siapkan 3 Armada Baru untuk Gantikan Kapal Berusia 40 Tahun

Pelni Siapkan 3 Armada Baru untuk Gantikan Kapal Berusia 40 Tahun

Pelni akan menambah tiga kapal penumpang baru pada 2026 untuk meningkatkan efisiensi dan layanan. Kapal ini diharapkan siap pada 2029.

(Bisnis.Com) 24/06/26 17:20 258713

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyiapkan pengadaan tiga kapal penumpang baru pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperbarui armada yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan layanan angkutan laut sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan perusahaan tetap memprioritaskan dua fokus utama pada 2026, yakni peningkatan operasional dan kualitas layanan publik. Salah satu program strategis yang dijalankan adalah pengadaan kapal baru untuk melayani penugasan public service obligation (PSO).

“Untuk bisnisnya sendiri, kita salah satu yang kita akan lakukan adalah pengadaan tiga kapal penumpang baru untuk PSO,” kata Budi dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Senayan, DPR, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan armada baru menjadi mendesak mengingat sebagian besar kapal Pelni telah beroperasi selama puluhan tahun.

Budi menjelaskan meskipun kapal-kapal tersebut masih memenuhi standar kelayakan teknis, usia yang semakin tua berpotensi memicu berbagai kendala operasional sehingga mengurangi efisiensi perusahaan.

“Karena memang kapal-kapal kami kan banyak yang sudah ada di atas 40 tahun. Meskipun secara kelayakan teknis masih jalan, tapi mengingat umur pasti akan ada kendala-kendala operasional, sehingga ini menjadi tidak efisien. Nah ini kita targetkan di tahun ini akan ada pengadaan tiga kapal penumpang baru,” ujarnya.

Dia menambahkan proses pembangunan kapal baru membutuhkan waktu relatif panjang, yakni sekitar tiga tahun. Pelni menargetkan tiga kapal tersebut dapat mulai rampung pada 2029, sedangkan penyelesaian seluruh rangkaian pengadaan diperkirakan berlangsung hingga 2030.

Selain pengadaan yang bersumber dari penyertaan modal negara (PMN), Pelni juga tengah mengkaji rencana penambahan kapal secara mandiri untuk memperluas jangkauan layanan.

Menurut Budi, evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan masih adanya wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh kapal Pelni dapat segera memperoleh akses transportasi laut.

“Jangan sampai penumpang tidak terlayani oleh kapal-kapal Pelni. Ini menjadi hal yang sangat penting. Sekarang kita lagi me-review, kita harapkan ini segera keluar, sehingga penumpang-penumpang yang selama ini tidak terlayani bisa segera terlayani oleh Pelni,” terangnya.

Kinerja 2025 Lampaui Target

Di sisi lain, Budi menyampaikan kinerja operasional dan keuangan Pelni sepanjang 2025 secara umum melampaui target perusahaan.

Sepanjang 2025, Pelni mengoperasikan 84 unit kapal, terdiri atas 32 kapal penumpang milik Pelni dan 52 kapal milik Kementerian Perhubungan yang dioperasikan melalui skema subsidi. Armada tersebut melayani pelayaran perintis, tol laut, angkutan ternak, serta layanan penumpang di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi operasional, Pelni mengangkut 5,15 juta penumpang atau 108,45% di atas target RKAP. Di segmen logistik, angkutan general cargo mencatat kinerja dengan volume 117.617 ton/m³ atau 136,99% dari RKAP 2025.

Untuk angkutan peti kemas, volume mencapai 23.838 TEUs, setara 100,30% dari target RKAP 2025. Sebaliknya, angkutan kendaraan mengalami penurunan menjadi 5.984 unit atau hanya 46,83% dari target RKAP 2025.

Layanan Redpack juga mencatat penurunan dengan realisasi 578.980 kilogram atau setara 53,67% dari target RKAP 2025. Sementara itu, angkutan ternak menunjukkan perbaikan signifikan dengan volume 7.134 ekor atau mencapai 100,13% dari target RKAP 2025.

Dari sisi keuangan, Pelni Group membukukan pendapatan usaha sebesar Rp6,24 triliun, meningkat 111,73% dibandingkan 2024. Adapun laba bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp202,37 miliar, tumbuh 104,39% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar pendapatan berasal dari angkutan penumpang sebesar Rp1,506 triliun, diikuti pendapatan PSO dan subsidi sebesar Rp3,817 triliun, sedangkan pendapatan dari angkutan muatan mencapai Rp342,413 miliar, angkutan ternak Rp5,543 miliar, serta pendapatan lain-lain perkapalan sebesar Rp26,986 miliar.

Dari sisi rasio keuangan, perusahaan mencatat EBITDA sebesar Rp713,629 miliar, EBITDA margin 11,43%, gross profit margin 15,95%, net profit margin 3,24%, serta rasio BOPO sebesar 84,05%.

Target 2026

Dalam RKAP 2026, Pelni menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp6,277 triliun hingga akhir Desember 2026 atau setara 100,54% dari realisasi audit 2025.

Perusahaan juga menargetkan biaya usaha sebesar Rp5,199 triliun, biaya overhead Rp904,218 miliar, serta laba/rugi di luar usaha sebesar Rp135,195 miliar.

Dengan asumsi tersebut, laba konsolidasi Pelni ditargetkan mencapai Rp206,099 miliar, meningkat 101,88% dibandingkan realisasi audit 2025.

Lebih lanjut, kontribusi laba diproyeksikan berasal dari Pelni sebesar Rp135,921 miliar (66%), Pelni Logistics Rp34,599 miliar (16,8%), dan Pelni Services Rp35,478 miliar (17,2%).

Di sisi operasional, perusahaan menargetkan melayani 5.035.955 penumpang, mengangkut 21.801 TEUs peti kemas, 101.157 ton/m³ general cargo, 6.000 ekor ternak, 5.856 unit kendaraan, serta 660.774 kilogram Redpack sepanjang 2026.

#pelni #kapal-penumpang #kapal-baru #armada-pelni #layanan-angkutan-laut #efisiensi-operasional #public-service-obligation #pengadaan-kapal #kapal-pelni #transportasi-laut #kinerja-pelni #pendapatan-pe

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260624/98/1982998/pelni-siapkan-3-armada-baru-untuk-gantikan-kapal-berusia-40-tahun