Maraton di Era Bumi yang Makin Panas: Pelajaran dari Jakarta hingga Dunia
Seiring meningkatnya rata-rata suhu dunia dan kejadian panas ekstrem, berbagai ajang maraton dan lomba lari jarak jauh mengalami penundaan, pembatalan, hingga perubahan waktu dan jarak.
(Katadata) 17/06/26 13:36 252082
Ajang lari maraton BTN Jakarta International Marathon 2026 (BTN JAKIM 2025) pekan lalu ditutup dengan kabar duka dari salah satu peserta. Tak hanya menyangkut kondisi tubuh, cuaca terik menyengat dan polusi udara Jakarta punya andil dalam insiden tersebut
Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi dalam unggahan Thread mengatakan, kualitas udara Jakarta saat pelaksanaan ajang maraton pada Minggu (14/6) itu dalam kondisi tak begitu bagus. Ditambah cuaca panas yang memengaruhi kondisi tubuh peserta.
“Gerah, humid (lembab), dan panas. Pas start aja feels like 32 derajat,” kata Tirta, dikutip dari unggahan Thread miliknya pada Rabu (17/6).
Menurut dia, dua kondisi tersebut membuat tubuh lebih bekerja keras untuk bernapas dan keringat lebih cepat keluar. Dia juga diketahui turut serta dalam ajang tersebut.
“Akhirnya tubuh rentan dehidrasi, CO2 rentan ngumpul di dalam tubuh, kerja jantung jadi ekstra,” ujar dia.
BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 diikuti puluhan ribu peserta dalam berbagai kategori, mulai dari 5 kilometer, 10 kilometer, half marathon, hingga full marathon. Ajang ini digelar untuk memeriahkan peringatan HUT DKI Jakarta.
Sebagai gambaran, rute untuk half marathon dimulai dari Monumen Nasional kemudian melalui Jalan Medan Merdeka Barat - Jalan M.H. Thamrin - Jalan Imam Bonjol - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Sisingamangaraja - Jalan Gatot Subroto - Gerbang Pemuda Gelora Bung Karno - finish di Jogging Track Gelora Bung Karno.
Sedangkan rute full marathon dimulai dari Monumen Nasional melalui Jalan Medan Merdeka Barat - Jalan M.H. Thamrin - Jalan Imam Bonjol - Jalan H. R. Rasuna Said - Jalan Mampang - Jalan Imam Bonjol - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Prof Dr. Satrio - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Pattimura - Jalan Iskandarsyah Raya - Jalan Prapanca Raya - Jalan Sisingamangaraja - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Gatot Subroto - Gerbang Pemuda Gelora Bung Karno - finish di jogging track Gelora Bung Karno.
Full marathon dimulai pukul 04.00 WIB sedangkan half marathon pukul 04.50 WIB.
Gangguan Cuaca Ekstrem di Acara Olahraga Dunia dan Antisipasinya
World Economic Forum (WEF) menyoroti bahwa meningkatnya kejadian cuaca ekstrem berdampak pada penyelenggaraan acara olahraga di berbagai belahan dunia. “Perubahan iklim bukan lagi tantangan yang jauh bagi dunia olahraga. Perubahan iklim membentuk bagaimana, kapan, dan di mana kompetensi berlangsung,” demikian dikutip dari laman resmi WEF.
Dalam laporan bertajuk Sports for People and Planet, WEF menyebut semakin sedikit negara di dunia yang mampu menyelenggarakan olimpiade. Olimpiade Paris pada 2024 lalu misalnya, harus berjalan di tengah tahun terpanas yang pernah tercatat.
Olimpiade Musim Dingin di Italia Utara turut menghadapi tantangan iklim. “Dengan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi dan tidak konsisten, penyelenggara harus lebih bergantung pada salju buatan dan menempatkan acara di area yang lebih luas,” demikian dikutip dari laporan WEF.
Sedangkan seiring meningkatnya rata-rata suhu dunia dan kejadian panas ekstrem, berbagai ajang maraton dan lomba lari jarak jauh mengalami penundaan, pembatalan, hingga perubahan waktu dan jarak untuk mengurangi risiko terhadap nyawa manusia.
Kejuaraan Atletik Dunia 2019 di Doha, Qatar, menjadwalkan maraton putri pada pukul 23.59 waktu setempat untuk menghindari panas ekstrem pada siang hari. Namun, meski digelar pada malam hari, suhu tetap mencapai lebih dari 32 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 70 persen. Dalam kondisi berat tersebut, 28 dari 68 peserta dilaporkan tidak berhasil menyelesaikan lomba.
Pada Los Angeles Marathon 2026, panitia memberikan opsi bagi pelari untuk berhenti di sekitar mil ke-18 dan tetap mendapatkan medali finisher, sebagai langkah mitigasi risiko akibat cuaca panas ekstrem.
Berdasarkan analisis Climate Central terhadap 221 ajang maraton global, sebanyak 86 persen di antaranya berpotensi mengalami penurunan kondisi optimal untuk berlari pada 2045 seiring meningkatnya suhu global. Ini termasuk tujuh ajang maraton paling bergensi aliasWorld Marathon Majors.
#maraton #suhu-panas #cuaca-ekstrem #perubahan-iklim #update-me #industri-hijau