Damai AS–Iran dan Penurunan Harga Minyak Jadi Katalis IHSG, Simak Prospeknya
IHSG naik 4,12% ke 6.254,97 didorong damai AS-Iran dan turunnya harga minyak. Prospek positif, rentang 6.150-6.400, waspadai aksi ambil untung.
(Bisnis.Com) 17/06/26 05:00 251610
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat reli signifikan pada perdagangan Senin (15/6/2026) dengan ditutup menguat 4,12% ke level 6.254,97, didorong sentimen positif dari kabar kesepakatan damai AS–Iran serta koreksi harga minyak dunia.
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal prospek IHSG dalam jangka pendek masih relatif positif. Indeks berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan yang mengindikasikan perubahan tren menuju fase yang lebih konstruktif.
Selain itu, indikator MACD masih menunjukkan histogram positif yang terus meningkat, menandakan momentum penguatan belum sepenuhnya berakhir. Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung.
"IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 6.150 hingga 6.400 pada perdagangan berikutnya," tulis tim riset yang dikutip, Selasa (16/6/2026).
Penguatan IHSG pada penutupan perdagangan tersebut menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir, bahkan sempat menyentuh level 6.345 di tengah sesi perdagangan seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Katalis utama berasal dari rencana penandatanganan kesepakatan damai AS–Iran di Swiss pada Jumat (19/6), yang memicu ekspektasi stabilitas di kawasan serta potensi normalisasi jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Sentimen tersebut turut mendorong penguatan pasar saham global, termasuk Indonesia.
Dari sisi komoditas, harga minyak mentah dunia mengalami koreksi tajam. West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 4% ke kisaran US$80 per barel, sementara Brent melemah ke sekitar US$83 per barel. Pelemahan ini meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi, penurunan harga minyak dinilai positif karena berpotensi menekan inflasi, mengurangi tekanan nilai tukar rupiah, serta memperkecil risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sentimen positif juga tercermin pada pasar valuta asing, dengan rupiah menguat 0,85% ke level Rp17.709 per dolar AS pada Senin (15/6), seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko di pasar domestik.
Di Bursa Efek Indonesia, sektor bahan baku (basic materials) menjadi motor utama penguatan dengan lonjakan 7,26%, didorong optimisme terhadap pemulihan ekonomi global serta ekspektasi membaiknya aktivitas industri.
Penguatan juga terjadi pada saham-saham siklikal yang sensitif terhadap kondisi ekonomi global, seiring harapan meredanya ketegangan geopolitik yang dapat memperlancar kembali perdagangan internasional.
#ihsg #harga-minyak #damai-as-iran #penurunan-harga-minyak #katalis-ihsg #prospek-ihsg #sentimen-positif #harga-minyak-dunia #koreksi-harga-minyak #penguatan-ihsg #kesepakatan-damai #geopolitik-timur-t