Penumpang Kereta Jakarta-Bandung Tembus 44 Juta hingga Mei 2026
KAI raih lonjakan 8,2% penumpang (44,05 juta) Jan-Mei 2026, ditopang beragam moda seperti Whoosh hingga Commuter Line. Mobilitas masyarakat kian tinggi!
(Kompas.com) 13/06/26 21:21 249356
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan kereta api yang mendukung perjalanan di koridor tersebut melayani 44,05 juta penumpang sepanjang Januari-Mei 2026.
Angka tersebut naik 8,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 40,71 juta penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan tersebut ditopang oleh beragam moda transportasi berbasis rel, mulai dari kereta api jarak jauh, kereta lokal, Commuter Line Cikarang, hingga kereta cepat Whoosh.
KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Sejumlah penumpang kereta lokal dari Stasiun Cicalengka menuju Stasiun Bandung saat beraktifitas menunggu kedatangan kereta, Senin (1/6/2026).Anne mengatakan, tingginya mobilitas membuat masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan perjalanan sesuai kebutuhan, baik untuk bekerja, pendidikan, wisata, maupun perjalanan keluarga.
"Mobilitas Jakarta-Bandung terus berkembang. Karena itu, KAI menghadirkan berbagai pilihan layanan agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).
Di antara layanan langsung Jakarta-Bandung, KA Parahyangan mencatat pertumbuhan paling signifikan.
Kereta relasi Gambir-Bandung itu melayani 475.072 penumpang selama lima bulan pertama 2026 atau melonjak 38,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 342.837 penumpang.
Selain KA Parahyangan, KA Papandayan relasi Gambir-Garut yang juga berhenti di Stasiun Bandung melayani 180.640 penumpang atau tumbuh 18,91 persen secara tahunan.
Sementara itu, KA Cikuray relasi Pasarsenen-Garut yang melintasi Bandung mencatat kenaikan 7,13 persen menjadi 266.993 penumpang.
Dok Humas KAI Daop 2 Bandung KA Cikuray relasi Garut ? Pasar Senen resmi menggunakan rangkaian baru yang terdiri dari Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani-Pedagang. Rangkain ini menggantikan rangkaian Kereta Ekonomi yang sebelumnya dioperasikan.Adapun KA Serayu relasi Pasarsenen-Purwokerto yang melayani pemberhentian di Kiaracondong dan Cimahi tumbuh 3,14 persen menjadi 568.759 penumpang.
Namun, pertumbuhan tidak terjadi di seluruh layanan.
KA Pangandaran relasi Gambir-Banjar justru mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 10,52 persen dari 163.349 menjadi 146.160 penumpang pada Januari-Mei 2026.
Di segmen perjalanan harian, Commuter Line Cikarang masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dengan jumlah pengguna mencapai 36,29 juta orang atau meningkat 8,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Konektivitas lanjutan di Jawa Barat juga menunjukkan tren positif.
KA Walahar relasi Cikarang-Purwakarta melayani 1,81 juta penumpang atau naik 7,85 persen, sedangkan KA Jatiluhur relasi Cikarang-Cikampek tumbuh 28,2 persen menjadi 575.808 penumpang.
Untuk layanan lokal di Bandung Raya dan Garut, KA Cibatuan dan Garut Cibatuan melayani 1,32 juta penumpang atau meningkat 7,6 persen secara tahunan.
Sementara itu, layanan kereta cepat Whoosh mencatat pertumbuhan yang lebih terbatas.
Sepanjang Januari-Mei 2026, Whoosh melayani 2,42 juta penumpang atau naik 1,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Anne mengatakan, setiap layanan memiliki karakteristik dan segmen pasar yang berbeda, sehingga masyarakat dapat memilih moda transportasi berdasarkan waktu tempuh, tarif, serta tujuan perjalanan.
KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia melalui pemesanan tiket di aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#pt-kereta-api-indonesia-kai #penumpang-kereta-api #layanan-kereta-api #whoosh