Penjualan Eceran di Wilker BI Malang Alami Kontraksi 2,53% pada Mei 2026
Penjualan eceran pada Mei 2026 mengalami kontraksi sebesar -2,53% (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi April 2026.
(Bisnis.Com) 12/06/26 13:33 248261
Bisnis.com, MALANG — Penjualan eceran pada Mei 2026 mengalami kontraksi sebesar -2,53% (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi April 2026 yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,66% (mtm).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Indra Kuspriyadi mengatakan berdasarkan hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Malang, 3 kelompok komoditas dengan prakiraan penurunan omzet penjualan terdalam secara bulanan adalah kelompok barang budaya dan rekreasi yang terkontraksi di level -12,95% (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi April 2026 yang tumbuh sebesar 21,98% (mtm).
"Kelompok makanan, minuman dan tembakau terkontraksi sebesar -3,89% (mtm), dan kelompok kendaraan diprakirakan terkontraksi di level -3,59% (mtm)," ujar Indra Kuspriyadi, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, penurunan kelompok barang budaya dan rekreasi disumbang oleh subsektor subsektor alat tulis yang terkontraksi sebesar -17,44% (mtm).
Hal tersebut dipengaruhi oleh aktivitas pendidikan dan perkantoran yang belum optimal pada periode tersebut, sehingga kebutuhan pembelian alat tulis relatif terbatas.
Selain itu, konsumen cenderung menunda pembelian perlengkapan administrasi hingga memasuki periode tahun ajaran baru atau kebutuhan kerja yang lebih intensif.
Selanjutnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau tercatat mengalami kontraksi sebesar -3,89% (mtm), meskipun menunjukkan peningkatan jika dibandingkan realisasi April 2026 yang terkontraksi sebesar -19,90% (mtm).
Penurunan pada Mei dipengaruhi oleh penurunan subsektor minuman yang terkontraksi sebesar -22,78% (mtm). Berdasarkan informasi dari responden SPE, penurunan tersebut dipengaruhi oleh normalisasi konsumsi, di mana permintaan minuman mulai mereda serta konsumen mengurangi pembelian dalam jumlah besar.
Kelompok kendaraan diprakirakan mengalami kontraksi sebesar -3,59% (mtm), meskipun menunjukkan perbaikan dibandingkan realisasi April 2026 yang terkontraksi sebesar -8,22% (mtm). Kontraksi ini terutama dipengaruhi oleh subsektor mobil yang tercatat turun -3,94% (mtm).
Berdasarkan informasi responden SPE, kata Indra, penurunan pada subsektor mobil antara lain dipengaruhi oleh kecenderungan konsumen yang menunda pembelian seiring belum adanya program promosi yang menarik, serta sikap wait and see terhadap peluncuran model baru sehingga keputusan pembelian masih ditunda.
Beberapa kelompok komoditas masih mencatatkan kinerja positif, antara lain kelompok barang lainnya yang tumbuh sebesar 3,16% (mtm), diikuti kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 2,17% (mtm) serta suku cadang dan aksesori sebesar 0,23% (mtm).
"Kinerja positif tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi pada kelompok komoditas tertentu masih tetap terjaga, terutama pada kebutuhan yang lebih prioritas, di tengah kecenderungan konsumen yang lebih selektif dalam berbelanja," ucapnya.
#penjualan-eceran #malang #jawa-timur #jatim #bank-indonesia #survei-penjualan-eceran