BSI Bukukan Laba Bersih Rp 2,80 Triliun hingga April 2026
BSI membukukan laba bersih Rp 2,8 triliun per April 2026, naik 17,79% yoy, didukung DPK Rp 382 triliun & pembiayaan Rp 332 triliun. Aset tumbuh jadi Rp 452 triliun.
(Kompas.com) 09/06/26 11:04 244444
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI membukukan laba bersih sebesar Rp 2,80 triliun pada April 2026.
Laba bersih unaudited ini naik 17,79 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh berjalannya fungsi intermediasi baik dari sisi pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan dengan kualitas yang baik.
Hingga April 2026, perseroan membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 382 triliun tumbuh 17,90 persen (yoy).
DPK tersebut didominasi oleh tabungan sebesar Rp 165 triliun atau tumbuh 22,02 persen (yoy) serta deposito dan giro.
Dengan komposisi tersebut, portofolio dana murah (Current Account Saving Account/CASA) BSI sebesar 63,48 persen.
Sementara itu, pada periode yang sama, BSI merealisasikan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 332 triliun, tumbuh 15,59 persen (yoy).
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,80 persen membaik dari 1,88 persen periode tahun sebelumnya.
Dari angka tersebut, ekspansi pembiayaan didominasi pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM dan Mikro yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"BSI terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya capaian laba bersih ini juga ditopang atas preferensi masyarakat yang semakin baik atas produk dan layanan BSI salah satunya Tabungan Haji.
Terlebih, dari sekitar 203.000 jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169.000 jemaah melakukan pelunasan haji melalui BSI.
Proyeksi penyaluran zakat perusahaan pada periode yang sama juga mencapai Rp 72 miliar yang menunjukkan kebermanfaatan sosial BSI bagi masyarakat yang terus meningkat seiring kinerja perseroan.
Adapun total aset perusahaan pada periode ini meningkat 12,17 persen menjadi Rp 452 triliun.
Selain itu, BSI juga turut aktif dalam berbagai program prioritas pemerintah.
Hingga Maret 2026, melalui berbagai inisiatif program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 198 miliar kepada 211 dapur MBG, penyaluran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan kredit usaha rakyat (KUR) yang masing-masing menjangkau lebih dari 80.000 koperasi dan 17.732 nasabah penerima KUR.
Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI juga menyalurkan pembiayaan untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Kuartal I sebanyak 894 nasabah.
Adapun total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp 5,7 triliun.
BSI juga berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM.
"Dengan strategi tersebut, BSI berharap dapat terus memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan bullion bank. Sekaligus menjadi institusi keuangan syariah yang semakin relevan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memberi manfaat bagi seluruh stakeholder," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kinerja-keuangan-bsi #bank-syariah-indonesia #laba-bsi-april-2026 #dpk-dan-pembiayaan-bsi