Huawei Berterima Kasih ke AS, Pembatasan Ekspor Cip Percepat Kemandirian Cina
Huawei berterima kasih kepada AS atas pembatasan ekspor chip yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan industri semikonduktor Cina, mempercepat inovasi lokal.
(Bisnis.Com) 08/06/26 06:17 242889
Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa teknologi asal Cina, Huawei, berterima kasih atas kebijakan pembatasan teknologi Amerika Serikat (AS), dengan menyatakan langkah isolasi Washington justru bertindak sebagai katalis utama mempercepat kemandirian industri semikonduktor di dalam negeri.
Alih-alih mengeluh, Huawei justru berterima kasih kepada Washington karena larangan ekspor chip dinilai mempercepat perkembangan industri semikonduktor Cina.
Chairman Huawei Liang Hua mengatakan kontrol ekspor yang diberlakukan AS telah mendorong perusahaan-perusahaan Cina untuk meningkatkan investasi riset dan pengembangan (R&D), sekaligus membangun rantai pasok teknologi mereka sendiri secara mandiri.
"Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri Cina makin mandiri pada inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang, dikutip dari Tom\'s Hardware, Sabtu (6/6/2026).
Sejak 2019, pemerintah AS secara bertahap memperketat akses Huawei dan perusahaan teknologi Cina lainnya terhadap berbagai teknologi strategis.
Pembatasan tersebut mencakup chip canggih, perangkat lunak desain semikonduktor, hingga peralatan manufaktur chip dari perusahaan-perusahaan Barat.
Akibat kebijakan pembatasan ketat tersebut, Huawei sempat kehilangan akses ke berbagai komponen penting untuk bisnis smartphone dan infrastrukturnya. Perusahaan juga tidak lagi dapat menggunakan layanan Google di perangkat Android yang dipasarkan secara global.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Cina justru meningkatkan upaya secara masif untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Pemerintah maupun perusahaan swasta menggelontorkan investasi skala besar untuk mengembangkan chip, perangkat lunak, sistem operasi, hingga peralatan produksi semikonduktor buatan dalam negeri.
Menurut Liang, tekanan dari AS menjadi salah satu faktor utama mempercepat transformasi krusial tersebut.
Huawei sendiri menjadi salah satu contoh nyata dari keberhasilan strategi ketahanan tersebut. Setelah sempat terpukul akibat sanksi ekonomi AS, perusahaan kembali merilis smartphone premium dengan komponen chip buatan lokal dan mengembangkan ekosistem teknologi yang semakin mandiri.
Selain mengembangkan sistem operasi HarmonyOS secara berkelanjutan, Huawei juga memperluas penggunaan chip rancangan domestik untuk berbagai lini produknya.
Pernyataan dari petinggi Huawei muncul di tengah meningkatnya tensi persaingan teknologi antara AS dan Cina, terutama di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah AS beralasan pembatasan ekspor diperlukan untuk menjaga keamanan nasional dan mencegah teknologi canggih digunakan untuk kepentingan militer Cina.
Namun di sisi lain, sejumlah pihak menilai kebijakan unilateral tersebut justru mempercepat upaya Cina membangun industri teknologi yang lebih mandiri dan kompetitif di pasar global. Liang mengatakan industri semikonduktor Cina masih menghadapi berbagai tantangan besar ke depan.
Meski demikian, ia menilai kemampuan teknologi dalam negeri terus berkembang pesat dan semakin mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.
Dengan kata lain, kebijakan yang awalnya ditujukan untuk membatasi kemajuan teknologi Cina kini dianggap Huawei sebagai salah satu pemicu utama kebangkitan industri chip domestik Negeri Tirai Bambu.
#huawei-mandiri #pembatasan-ekspor #industri-semikonduktor #teknologi-cina #larangan-ekspor-chip #investasi-riset #rantai-pasok-teknologi #inovasi-teknologi-inti #akses-teknologi-strategis #ketergantun