Rapor Kuartal III/2025: Rugi GOTO dan Blibli (BELI) Susut, Bukalapak (BUKA) Cetak Laba
Emiten-emiten teknologi telah melaporkan kinerja sampai kuartal III/2025, dengan rugi bersih GOTO dan BELI yang susut, sementara BUKA berbalik laba.
(Bisnis.Com) 02/11/25 10:20 24286
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten-emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti GOTO, BUKA, dan BELI tercatat telah mengeluarkan laporan keuangan kuartal III/2025. GOTO dan BELI masih mencetak kerugian, sementara BUKA membukukan laba bersih sebagai hasil investasinya.
Melansir laporan keuangannya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp13,29 triliun. Angka ini naik 14% dibanding pendapatan selama kuartal III/2024 sebesar Rp11,66 triliun.
Berdasarkan segmentasinya, pendapatan dari jasa pengiriman selama kuartal III/2025 naik 7,28% year on year (YoY) menjadi Rp4,25 triliun, dibanding Rp3,96 triliun selama kuartal III/2024. Secara persentase, kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan bersih turun dari 33,96% menjadi 31,96%.
Sementara itu, pendapatan dari imbal jasa mengalami koreksi 4,26% YoY dari Rp4,33 triliun menjadi Rp4,15 triliun. Namun, porsinya atas total pendapatan GOTO meningkat dari 37,13% menjadi 31,18%.
Alhasil, rugi bersih GOTO dalam periode Januari-September 2025 sebesar Rp775,55 miliar. Rugi bersih ini susut 82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,31 triliun.
Direktur Utama GOTO Patrick Walujo menuturkan dengan progress yang cepat ini, GOTO menaikkan target adjusted EBITDA perseroan dari Rp1,4 triliun-Rp1,6 triliun, menjadi Rp1,8 triliun-Rp1,9 triliun sampai akhir tahun ni.
“Kedua unit bisnis utama kami, yaitu fintech dan on-demand services, berada di jalur yang tepat untuk melampaui panduan masing-masing yang telah disampaikan pada kuartal-kuartal sebelumnya,” kata Patrick dalam conference call, Rabu (29/10/2025).
Dia melanjutkan, hasil kinerja ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari strategi GOTO dalam menghadirkan solusi yang konsisten, andal, dan hemat biaya bagi konsumen, sekaligus memperkuat posisi GOTO sebagai mitra pilihan bagi mitra ekosistem dan para pedagang.
Sementara itu, Emiten teknologi Grup Djarum PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli mencetak peningkatan pendapatan, dengan rugi bersih yang turun sampai akhir September 2025. Rugi bersih Blibli turun menjadi Rp1,84 triliun sampai akhir September 2025.
Rugi bersih BELI ini tercatat turun 1,61% secara tahunan dari Rp1,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan neto BELI tercatat meningkat 25,62% menjadi Rp15,23 triliun pada periode 9 bulan 2025, dari sebelumnya sebesar Rp12,13 triliun secara tahunan.
Pendapatan neto Blibli ini diraih dari pendapatan ritel online sebesar Rp6,3 triliun, institusi senilai Rp5,94 triliun, toko fisik sebesar Rp5,28 triliun, dan pendapatan dari pihak berelasi sejumlah Rp125,8 miliar.
Chief Financial Officer Blibli Ronald Winardi menjelaskan Blibli mencatat pertumbuhan pendapatan neto yang pesat dan penurunan kerugian yang berkelanjutan pada kuartal ketiga.
“Menghadapi pasar yang penuh tantangan dan persaingan yang semakin ketat, kami berupaya mempertahankan disiplin operasional yang kuat dan berharap dapat menutup tahun ini dengan baik,” ujarnya.
Laba Investasi BUKA
Berbeda dengan GOTO dan BELI yang masih mencetak kerugian, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) pada kuartal III/2025 berbalik membukukan laba bersih. BUKA membukukan laba bersih Rp2,9 triliun, dari sebelumnya rugi bersih senilai Rp597,3 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan, BUKA mampu mencatatkan laba bersih didorong oleh perolehan laba nilai investasi sebesar Rp2,32 triliun yang tahun lalu merugi, dan positifnya pendapatan operasi lainnya sebesar Rp139,3 miliar.
Pendapatan perseroan juga tercatat naik menjadi Rp4,72 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp3,39 triliun. Capaian ini naik 39,03% secara tahunan atau year on year.
Pendapatan ini didorong oleh pendapatan gaming senilai Rp3,85 triliun, pendapatan online to offline sebesar Rp605,9 miliar, ritel senilai Rp226,7 miliar, dan pendapatan investasi sebesar Rp42,7 miliar.
Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana menjelaskan capaian Bukalapak pada kuartal III/2025 mencerminkan kemampuan BUKA untuk menjaga stabilitas dan ketahanan bisnis di tengah perubahan pasar.
“Kami terus menjalankan strategi dengan disiplin, memperkuat fondasi ekosistem, dan berupaya memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Victor dalam keterangan resminya, Rabu (29/10/2025).
Dia melanjutkan ke depan, BUKA akan terus mengembangkan seluruh lini bisnis dan memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk serta peningkatan pengalaman pengguna.
Didukung oleh posisi kas dan fleksibilitas finansial yang kuat, tuturnya, BUKA memiliki landasan yang kokoh untuk mengeksekusi strategi pertumbuhan dan menghadirkan solusi digital yang semakin relevan bagi ekosistem bisnis di Indonesia.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#goto-rugi #blibli-rugi #bukalapak-laba #laporan-keuangan-goto #pendapatan-blibli #laba-bukalapak #goto-kuartal-iii-2025 #blibli-kuartal-iii-2025 #bukalapak-kuartal-iii-2025 #goto-pendapatan #blibli-pe