KAI Operasikan 391 Kereta New Generation, Investasi Modernisasi Capai Rp5,5 Triliun
Program pengadaan 612 kereta New Generation merupakan investasi jangka panjang KAI
(Republika) 07/06/26 18:12 242738
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengoperasikan 391 unit kereta Stainless Steel New Generation sebagai bagian dari program modernisasi sarana penumpang yang ditargetkan selesai pada 2027. Program pengadaan tersebut memiliki nilai investasi mencapai Rp5,505 triliun.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan hingga saat ini sebanyak 39 trainset atau 391 kereta Stainless Steel New Generation hasil produksi PT INKA (Persero) telah diserahterimakan dan beroperasi melayani pelanggan di berbagai relasi kereta api jarak jauh.
"Program pengadaan 612 kereta New Generation merupakan investasi jangka panjang KAI untuk memperbarui sarana penumpang secara bertahap. Setiap trainset yang beroperasi menghadirkan standar kenyamanan yang lebih baik dan menjadi bagian dari pengembangan layanan yang terus kami lakukan," kata Anne dalam keterangannya.
Program modernisasi sarana tersebut dimulai sejak 2023 dengan total pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation yang ditargetkan rampung pada 2027.
Dari total pengadaan tersebut, terdiri atas 297 kereta kelas eksekutif, 199 kereta ekonomi, 57 kereta makan, 57 kereta pembangkit, serta dua kereta bagasi.
Menurut Anne, pengadaan kereta generasi baru dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan terhadap perjalanan yang lebih nyaman dan modern.
Rangkaian Stainless Steel New Generation dilengkapi sejumlah fasilitas baru, seperti kursi ergonomis, kursi yang dapat direbahkan hingga 135 derajat, ruang kaki yang lebih luas, meja lipat, stop kontak dan USB port di setiap kursi, hingga pintu geser otomatis.
Pada sejumlah layanan, KAI juga menghadirkan fasilitas tambahan berupa Passenger Information Display System (PIDS), toilet yang dilengkapi foot washer, musala, meja ganti popok bayi, serta selimut untuk perjalanan malam tertentu.
Anne menjelaskan KAI terus melakukan penyempurnaan terhadap rangkaian New Generation berdasarkan masukan pelanggan maupun hasil evaluasi operasional.
"Selama proses delivery dan pengoperasian rangkaian New Generation, kami menerima banyak masukan dari pelanggan maupun petugas operasional. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama sehingga penyempurnaan terus dilakukan pada trainset-trainset berikutnya," ujarnya.
Saat ini rangkaian Stainless Steel New Generation telah digunakan pada sejumlah layanan kereta api jarak jauh, baik kelas eksekutif, campuran eksekutif-ekonomi, maupun ekonomi.
Untuk layanan kelas eksekutif, kereta generasi baru telah beroperasi pada sejumlah kereta unggulan seperti KA Argo Dwipangga, Argo Lawu, Argo Anggrek, Argo Semeru, Bima, Taksaka, Gajayana, hingga Parahyangan.
Sementara pada layanan campuran eksekutif dan ekonomi, rangkaian tersebut digunakan antara lain pada KA Lodaya, Mataram, Bogowonto, Batavia, Gumarang, Jayabaya, Bangunkarta, dan Singasari.
Adapun untuk kelas ekonomi, kereta Stainless Steel New Generation saat ini telah beroperasi pada KA Jaka Tingkir, Progo, dan Majapahit.
Anne menambahkan bertambahnya jumlah kereta yang diterima dari PT INKA akan memperluas penggunaan rangkaian New Generation di berbagai rute kereta api hingga seluruh program selesai pada 2027.
"KAI terus melakukan pengembangan sarana secara berkelanjutan. Seiring bertambahnya jumlah trainset yang diterima dan dioperasikan hingga seluruh program selesai, semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati perjalanan dengan standar kenyamanan New Generation," katanya.
#kereta-stainless-steel #kereta-generasi-baru #modernisasi-sarana-transportasi #kereta-new-generation #pt-kai