Telkom (TLKM) Anggarkan Dana Pensiun Dini Hingga Rp1,2 Triliun untuk 2026
Telkom (TLKM) menganggarkan Rp1-1,2 triliun untuk program pensiun dini 2026, fokus pada anak usaha. Analis memproyeksikan dampak jangka pendek pada Opex.
(Bisnis.Com) 05/06/26 08:13 240647
Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menganggarkan biaya sebesar Rp1 triliun—Rp1,2 triliun untuk melakukan program pensiun dini atau early retirement program (ERP) pada tahun 2026.
Direktur Telkom Arthur Angelo Syailendra menuturkan bahwa pada tahun ini, TLKM menganggarkan tambahan dana ERP sebesar Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun.
“Sebagian besar peserta program tersebut kami perkirakan berasal dari karyawan di level anak usaha, bukan lagi dari level holding company seperti yang kami lakukan pada 2025,” ujar Angelo dalam earning calls TLKM, Selasa (2/6/2026).
Angelo memberikan gambaran, pada kuartal IV/2025 TLKM menjalankan program ERP yang berfokus pada karyawan di tingkat perusahaan induk (parent company) atau level holding company.
“Untuk program tersebut, kami mengeluarkan biaya sekitar Rp937 miliar, dengan sekitar 612 karyawan mengikuti program tersebut,” tuturnya.
Adapun, analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya menjelaskan program ERP ini berpotensi menjadi tekanan tambahan terhadap operational expenditure (Opex) TLKM dalam jangka pendek.
“Hal ini mendasari proyeksi margin EBITDA 2026 kami sebesar 48,7%, dengan perkiraan pemulihan menjadi 50,0% dan 50,3% masing-masing pada 2027 dan 2028,” tulis Kafi dan Erindra.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk TLKM, dengan target harga lebih rendah Rp3.750 per saham.
“Kami mempertahankan rekomendasi buy, namun dengan target harga lebih rendah menjadi Rp3.750, mencerminkan pemangkasan EBITDA 2026—2028 sebesar 3,7%—5,4%,” katanya.
BRI Danareksa Sekuritas juga mempertahankan pandangan netral untuk jangka pendek tiga bulan, mencerminkan pelemahan musiman bisnis seluler pada kuartal II/2026 dan potensi revisi naik panduan capex yang saat ini berada di kisaran 17%—19% dari pendapatan.
“Menurut kami, kenaikan capex berpotensi dipicu depresiasi rupiah dan tambahan belanja untuk implementasi spektrum 5G,” ucapnya.
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#telkom #tlkm #biaya-pensiun-dini #early-retirement-program #anggaran-telkom #anak-usaha-telkom #holding-company-telkom #opex-telkom #margin-ebitda-telkom #rekomendasi-buy-tlkm #target-harga-tlkm #cape