Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Korut resmikan fasilitas baru untuk memproduksi bahan bakar bom nuklir. Korea Utara (Korut) pada hari Kamis (4.6.2026) meresmikan fasilitas baru untuk memproduksi... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 04/06/26 08:26 239488
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) pada hari Kamis (4/6/2026) meresmikan fasilitas baru untuk memproduksi bahan bakar bom nuklir. Pemimpinnya, Kim Jong-un, berjanji akan meningkatkan persenjataan nuklir dengan laju eksponensial karena negaranya menghadapi "musuh yang sangat ganas".Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan fasilitas nuklir baru tersebut menggunakan teknologi yang lebih canggih, tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut seperti lokasi dan kapan mulai beroperasi.
Foto-foto yang dirilis media pemerintah Korut itu menunjukkan apa yang tampak seperti aula sentrifugal besar. Fasilitas itu kemungkinan digunakan untuk memperkaya uranium tingkat senjata.
Pengungkapan pabrik nuklir baru ini sejalan dengan janji berulang Kim Jong-un untuk memperluas program senjata nuklirnya guna mengatasi apa yang disebutnya sebagai ancaman militer yang meningkat yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Menurut laporan KCNA, Kim Jong-un telah mengunjungi fasilitas nuklir tersebut pada hari Rabu untuk mempelajari indeks operasinya dan rencana produksi jangka panjangnya.
KCNA mengutip Kim Jong-un yang mengatakan bahwa urgensi untuk memperkuat pencegahan perang nuklir negara itu, baik dalam kualitas maupun kuantitas, telah meningkat karena konfrontasi dengan "musuh yang paling ganas", yang tampaknya merujuk pada AS dan Korea Selatan.
Kim Jong-un menyebutkan ancaman dan krisis lain yang tidak disebutkan secara spesifik sebagai alasan perlunya meningkatkan kemampuan nuklir Korea Utara, imbuh laporan KCNA.
Menurut laporan KCNA, kapasitas produksi material nuklir telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan lima tahun lalu. Hampir tidak ada cara untuk memverifikasi klaimnya secara independen.
Setelah melakukan pertemuan di fasilitas tersebut, Kim Jong-un mengatakan bahwa dia dan pejabat tinggi lainnya mengonfirmasi urutan prioritas untuk mengimplementasikan rencana masa depan yang ambisius. "Yang dirancang untuk memperkuat kekuatan nuklir negara kita secara eksponensial," katanya.
Foto-foto yang dirilis KCNA menunjukkan Kim Jong-un berjalan melalui lorong-lorong sempit yang dipenuhi deretan tabung dan pipa perak yang padat di tempat yang tampak seperti aula sentrifugal. Gambar lain menunjukkan dia berbicara dengan pejabat senior di ruang pertemuan, di mana grafik buram yang menggambarkan objek berbentuk kerucut terbentang di atas meja. Tidak segera jelas apakah grafik tersebut menunjukkan desain hulu ledak.
Pengungkapan fasilitas tersebut terjadi kurang dari dua tahun setelah Korea Utara mengungkap pabrik pengayaan uranium rahasia lainnya pada September 2024, dalam pengungkapan publik pertama fasilitas semacam itu sejak memperlihatkannya di kompleks nuklir utama Yongbyon kepada para sarjana Amerika yang berkunjung pada tahun 2010.
Kim Jong-un menyampaikan pesan serupa selama kunjungannya ke fasilitas tersebut pada tahun 2024, menyerukan peningkatan jumlah sentrifugal untuk memperluas persenjataan nuklir negara itu secara "eksponensial" dan mendesak pengembangan sistem sentrifugal yang lebih canggih.
September lalu, Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young mengatakan bahwa Korea Utara mengoperasikan total empat fasilitas pengayaan uranium termasuk kompleks Yongbyon, dan bahwa fasilitas tersebut beroperasi setiap hari.
Senjata nuklir dapat dibuat menggunakan uranium yang diperkaya tinggi atau plutonium, dan Korea Utara memiliki fasilitas untuk memproduksi keduanya di Yongbyon.
Korea Utara telah fokus pada perluasan dan modernisasi persenjataan nuklirnya sejak diplomasi berisiko tinggi Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump runtuh pada tahun 2019. Sejak itu, Kim Jong-un menolak tawaran AS dan Korea Selatan untuk memulai kembali diplomasi.
Pada bulan April, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa badan tersebut telah mengonfirmasi "peningkatan pesat" aktivitas di fasilitas nuklir di Korea Utara.
(mas)
#kim-jong-un #korea-utara #senjata-nuklir #amerika-serikat #korea-selatan