Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China

Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China

Pasar semikonduktor global diproyeksikan bakal mencetak sejarah dengan menembus angka USD1,5 triliun atau setara Rp27.000 triliun pada 2026. Pasar semikonduktor... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 04/06/26 07:52 239445

JAKARTA - Pasar semikonduktor global diproyeksikan bakal mencetak sejarah dengan menembus angka USD1,5 triliun atau setara Rp27.000 triliun pada 2026 setelah melonjak tajam hingga 89,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan luar biasa ini dipicu ledakan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di seluruh dunia yang mendorong tingginya permintaan pusat data (data center) berperforma tinggi, sekaligus memicu eskalasi perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Proyeksi ini menandai revisi naik yang sangat tajam dari perkiraan bulan Desember lalu sebesar USD975,4 miliar, dan menjadi momen pertama kalinya nilai pasar cip dunia melampaui ambang batas satu triliun USD," demikian laporan World Semiconductor Trade Statistics (WSTS) dalam pernyataannya dikutip dari BigGo Finance, Kamis (3/6/2026).

WSTS mengungkapkan pertumbuhan masif yang melampaui rekor tertinggi 42% pada 1995 ini didorong oleh investasi modal besar-besaran dari berbagai korporasi global. Fenomena tersebut sekaligus menandai pergeseran struktural industri semikonduktor, dari yang semula sangat bergantung pada siklus ekonomi naik-turun, kini beralih menjadi pertumbuhan linier yang digerakkan oleh kehadiran AI generatif.

Berdasarkan kategori produk, pertumbuhan paling besar terjadi pada segmen semikonduktor memori yang berfungsi sebagai media penyimpanan data. Nilai pasar cip memori diperkirakan meroket hingga 3,5 kali lipat mencapai USD803,9 miliar demi memenuhi kebutuhan pemrosesan data AI berkecepatan tinggi, yang akan menguntungkan produsen besar seperti Kioxia Holdings dari Jepang.

Sementara, pangsa pasar semikonduktor logika yang bertindak sebagai otak pengolah instruksi AI diprediksi ikut tumbuh solid sebesar 37,3% menjadi USD411,3 miliar. Prospek positif ini menjadi angin segar yang memperkuat rantai pasok global bagi raksasa perancang cip terkemuka asal AS, Nvidia, serta perusahaan manufaktur raksasa Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC).

Skala industri mikroelektronika yang kini menyentuh angka USD1,5 triliun secara formal telah melampaui valuasi gabungan sektor otomotif dan elektronik konsumen global.

Kondisi ini semakin mempertegas urgensi strategis cip semikonduktor dalam geopolitik ekonomi global, menjadikan komoditas paling sensitif yang diperebutkan oleh Washington dan Beijing demi mendominasi supremasi teknologi masa depan.
(nng)

#industri #artificial-intelligence-ai #perang-dagang #amerika-serikat #china

https://ekbis.sindonews.com/read/1713753/34/gegara-ledakan-ai-industri-cip-rp27000-triliun-jadi-medan-perang-as-china-1780531619