Bandara Kertajati Belum Jadi Magnet Wisata, Wisman Hanya 217 Orang
Kunjungan wisman ke Majalengka melalui Bandara Kertajati turun jadi 217 orang pada April 2026, menunjukkan tantangan pariwisata meski ada bandara internasional.
(Bisnis.Com) 04/06/26 01:07 239291
Bisnis.com, MAJALENGKA — Arus kunjungan wisatawan ke Kabupaten Majalengka menunjukkan pelemahan pada April 2026. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tercatat hanya 217 orang, turun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 274 kunjungan.
Pada saat yang sama, kunjungan wisatawan nusantara juga mengalami penurunan dari hampir seluruh daerah asal utama di Jawa Barat.
Kepala BPS Kabupaten Majalengka, Yanti Heryanti, mengatakan data kunjungan wisata menunjukkan adanya perlambatan pada April 2026 setelah sebelumnya terjadi pergerakan yang relatif fluktuatif.
“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui BIJB Kertajati pada April 2026 tercatat sebanyak 217 kunjungan. Angka ini menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 274 kunjungan,” kata Yanti, Rabu (3/6/2026).
Sepanjang periode April 2025 hingga April 2026, jumlah wisman yang datang melalui BIJB Kertajati bergerak naik turun. Puncak kunjungan terjadi pada Juni 2025 dengan 513 wisatawan, sedangkan titik terendah tercatat pada Oktober 2025 yang hanya mencapai 151 kunjungan.
Meski memiliki pintu gerbang internasional, volume kedatangan wisatawan asing ke Majalengka masih tergolong rendah. Bahkan jumlah kunjungan bulanan belum pernah menembus 1.000 wisatawan selama periode pengamatan tersebut.
Berdasarkan negara asal, wisatawan asal Singapura menjadi kelompok terbesar yang masuk melalui BIJB Kertajati pada April 2026 dengan jumlah 112 orang. Angka tersebut tumbuh 51,35% dibandingkan April 2025 dan meningkat 89,83% dibandingkan Maret 2026.
Sementara itu, wisatawan asal Malaysia tercatat sebanyak 25 orang atau naik 108,33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di luar dua negara tersebut, jumlah kunjungan relatif sangat terbatas. Wisatawan asal Jepang hanya tercatat dua orang. Adapun wisatawan dari Filipina, India, Amerika Serikat, dan Perancis masing-masing hanya satu orang.
BPS juga mencatat tidak ada kunjungan wisatawan dari Thailand, Korea Selatan, maupun China melalui BIJB Kertajati pada April 2026.
Menurut Yanti, data tersebut menunjukkan bahwa pasar wisatawan internasional yang memanfaatkan Bandara Kertajati masih sangat terbatas dan belum terbentuk secara kuat.
“Pergerakan kunjungan masih dipengaruhi oleh konektivitas penerbangan internasional dan pola perjalanan wisatawan yang masuk melalui bandara ini,” ujarnya.
Tidak hanya wisatawan asing, kunjungan wisatawan nusantara ke Majalengka juga mengalami penurunan pada April 2026. Hampir seluruh daerah asal utama wisatawan mencatatkan penurunan dibandingkan Maret 2026 maupun April 2025.
Kabupaten Cirebon masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar dengan 37.485 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sumedang sebanyak 23.400 kunjungan, Kabupaten Indramayu 20.868 kunjungan, Kota Bandung 15.288 kunjungan, dan Kabupaten Kuningan 13.433 kunjungan.
Meski mendominasi, seluruh daerah tersebut mengalami penurunan jumlah kunjungan dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan kunjungan wisatawan pada April 2026 menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata Majalengka masih menghadapi tantangan besar.
"Keberadaan BIJB Kertajati yang selama ini diharapkan menjadi pintu masuk wisatawan internasional belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan ke destinasi wisata lokal," ujarnya.
#bandara-kertajati #wisatawan-mancanegara #kunjungan-wisatawan #wisatawan-nusantara #wisatawan-asing #wisatawan-singapura #wisatawan-malaysia #wisatawan-jepang #wisatawan-filipina #wisatawan-india #wis