Wall Street Dibuka Melemah saat Konflik di Timur Tengah Kembali Memanas
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (3/6/2026) waktu setempat, imbas memanasnya konflik di Timur Tengah.
(IDX-Channel) 03/06/26 22:20 239259
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (3/6/2026) waktu setempat. Koreksi terjadi setelah Wall Street mencetak serangkaian rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, di tengah meningkatnya pesimisme terhadap peluang perdamaian dalam konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Dikutip dari AFP, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,3 persen ke 51.133,36. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,3 persen ke level 7.587,32 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,5 persen menjadi 26.971,68.
Manajer Investasi 50 Park Investments, Adam Sarhan menilai pasar sedang mengalami fase konsolidasi setelah reli kuat yang dipimpin saham-saham teknologi. Menurut dia, pasar saham AS masih berada dalam tren yang sangat positif, terutama untuk sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
"Kami baru saja mengalami reli besar dan sektor teknologi memimpin kenaikan pasar. Sangat normal dan sehat jika pasar mengalami konsolidasi setelah kenaikan yang signifikan," ujar Sarhan.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan turut memberikan sentimen positif. Perusahaan pengelola payroll ADP melaporkan jumlah pekerja di sektor swasta AS pada Mei bertambah lebih tinggi dari perkiraan, dengan perekrutan terjadi di berbagai sektor industri.
"Pasar adalah cerminan ekonomi. Meski inflasi dan harga energi masih tinggi, selama masyarakat memiliki pekerjaan, ekonomi AS tetap sangat kuat," kata Sarhan.
Sentimen geopolitik membebani pasar setelah pertempuran di Timur Tengah kembali memanas. Serangan drone Iran menghantam terminal penumpang di Bandara Internasional Kuwait yang merupakan sekutu AS. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya.
Serangan itu menjadi salah satu ujian terberat terhadap gencatan senjata 8 April yang sejauh ini masih bertahan meski beberapa kali diwarnai serangan sporadis.
Di pasar komoditas, harga minyak dunia menguat. Minyak mentah Brent naik 1,3 persen ke USD97,26 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,4 persen menjadi USD95,06 per barel.
(Rahmat Fiansyah)