Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo

Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo

Generasi muda bangsa diminta menelaah kembali gagasan-gagasan besar bangsa. Sebab banyak gagasan dari para tokoh bangsa yang masih relevan dengan kondisi saat ini.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 29/05/26 18:31 235238

JAKARTA - Generasi muda bangsa diminta menelaah kembali gagasan-gagasan besar bangsa. Sebab banyak gagasan dari para tokoh bangsa yang masih relevan dengan kondisi saat ini.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk “Relevansi Pemikiran dalam Arah Pembangunan Indonesia” dalam rangka memperingati 109 tahun Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo yang digelar The Kertanegara Institute. Forum ini menjadi ruang refleksi intelektual untuk menelaah kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro serta relevansinya terhadap tantangan pembangunan Indonesia hari ini.

Forum ini diselenggarakan sebagai momentum refleksi atas pemikiran Prof. Soemitro sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk menelaah kembali gagasan-gagasan besar bangsa di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.

Founder and Chairman The Kertanegara Institute Raga Awandayu Prakasa V. G menyampaikan pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus merefleksikan kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro, terutama dalam melihat bagaimana gagasan-gagasan besar tersebut tetap relevan bagi generasi muda hari ini.

”Prof. Soemitro menghadirkan teladan tentang pentingnya keberanian untuk berpikir jauh ke depan, melihat lebih dalam, dan menyiapkan sesuatu yang manfaatnya mungkin baru dirasakan oleh generasi setelahnya,” katanya, Jumat (29/5/2026).

Forum ini menampilkan keynote speech dari Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang dalam pemaparannya menekankan legasi terbesar Prof. Soemitro tidak hanya terletak pada gagasan ekonomi sebagai konstruksi konseptual, tetapi juga pada etos berpikir yang menempatkan pembangunan sebagai kerja kebangsaan yang harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Raga menegaskan ekonomi, dalam perspektif Prof. Soemitro, bukan sekadar berbicara mengenai angka dan pertumbuhan makro, melainkan tentang bagaimana arah pembangunan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Lihat video: Prabowo Ziarah ke Makam Sang Ayah Soemitro di TPU Karet Bivak



Raga mengutip pesan Prof. Soemitro “Tersenyumlah dalam menghadapi kemalangan. Beranilah menantang bahaya. Tegarlah dalam kekalahan. Dan tetaplah rendah hati akan kemenangan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menelaah kembali gagasan besar bukanlah sekadar upaya mengenang masa lalu, melainkan bagian dari ikhtiar merawat pijakan intelektual bagi masa depan bangsa.

Dalam pemaparannya, Rahayu juga menyoroti Indonesia saat ini tengah berada dalam fase transformasi yang membutuhkan kontribusi pemikiran terbaik dari generasi muda. Di tengah persaingan global yang semakin ketat dan dinamika geopolitik yang terus berkembang, pembangunan dan industrialisasi, menurutnya, harus tetap diarahkan agar memberi dampak konkret bagi masyarakat kecil.

Rahauyu turut menekankan pentingnya melihat bagaimana inisiatif pembangunan dari tingkat lokal, termasuk di level desa, dapat memberi kontribusi terhadap penguatan kemandirian nasional secara lebih luas.

Nehemia Lawalata, yang dalam forum diperkenalkan sebagai sosok yang pernah mendampingi Prof. Soemitro dalam urusan politik dan ekonomi menyoroti pentingnya menjaga memori kolektif bangsa terhadap tokoh-tokoh yang telah memberi fondasi bagi pembangunan nasional.

Nehemia Lawalata juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penguatan posisi historis Margono Djojohadikusumo sebagai figur yang kontribusinya patut semakin ditegaskan dalam sejarah perbankan Indonesia.

Perspektif generasi muda turut hadir melalui pandangan Aldila Septiadi dari Indonesia Roundtable of Young Economists (IN.RY), yang menambah sudut pandang kontemporer dalam melihat tantangan pembangunan nasional dari perspektif ekonom muda.

Jalannya diskusi dipandu oleh Direktur Eksekutif The Kertanegara Institute Yogi Syahputra, yang menjaga alur percakapan tetap reflektif dan substantif. Melalui format private session yang berlangsung secara terbatas dan by invitation, forum ini menghadirkan ruang percakapan yang lebih intim bagi para peserta muda untuk mendengar, merefleksikan, dan menelaah kembali gagasan-gagasan besar yang pernah membentuk arah pemikiran pembangunan Indonesia.

Caption:

Founder and Chairman The Kertanegara Institute, Raga Awandayu Prakasa V. G. (pegang bingkai bersama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo)
(cip)

#partai-gerindra #pembangunan-nasional #generasi-muda-indonesia #tantangan-ekonomi #soemitro-djojohadikoesoemo

https://nasional.sindonews.com/read/1712031/15/refleksi-109-tahun-generasi-muda-diminta-telaah-gagasan-prof-soemitro-djojohadikusumo-1780052729