Komdigi Klaim Biometrik Beri Efek Positif, Peredaran SIM Card Berkurang ARPU Naik

Komdigi Klaim Biometrik Beri Efek Positif, Peredaran SIM Card Berkurang ARPU Naik

Komdigi klaim biometrik kurangi SIM card, tingkatkan ARPU. Kebijakan ini dorong industri telekomunikasi lebih sehat, konsumsi data dan ekonomi digital naik.

(Bisnis.Com) 29/05/26 18:25 235201

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat terjadinya penurunan signifikan pada jumlah kartu SIM (SIM card) yang beredar di pasar, diikuti dengan tren pertumbuhan pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) di tingkat operator seluler.

Komdigi menduga kebijakan pengetatan registrasi kartu seluler berbasis teknologi biometrik turut andil mendorong proses rasionalisasi dalam industri telekomunikasi nasional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengklaim jumlah kartu SIM yang beredar telah mengalami penurunan drastis dari posisi puncaknya pada 2024 yang mencapai 335 juta nomor, menjadi tinggal 294 juta nomor per 30 April 2026.

Pengurangan sekitar 41 juta kartu ini dinilai sebagai pencapaian positif dalam menciptakan lanskap industri yang lebih sehat dan efisien, yang salah satunya turut didorong oleh uji coba implementasi biometrik.

Komdigi menggalakkan uji coba pendaftaran biometrik sejak awal 2026. Selain lonjakan ARPU, aktivitas penggunaan data masyarakat serta pertumbuhan ekonomi digital terpantau ikut merangkak naik.

“Belum ada evidence base-nya, tetapi orang lebih nyaman menggunakan handphone sekarang,” ujar Edwin di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data performa industri, pembersihan pasar dari pengguna kartu sekali pakai sukses mendongkrak nilai ARPU campuran (blended) pada Kuartal I/2026. XLSMART memimpin pertumbuhan dengan capaian ARPU Rp47.300, tumbuh 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di posisi lain, Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan ARPU gabungan sebesar Rp45.200 atau melonjak 15,3% secara tahunan (year-on-year), dengan ARPU khusus segmen prabayar berada di angka Rp44.100. Sementara itu, Telkomsel membukukan ARPU stabil di level Rp45.000 pada Kuartal I/2026, mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mengunci segmen pelanggan berkualitas tinggi.

Kenaikan ARPU juga didorong oleh perubahan perilaku konsumen dan strategi bisnis operator. Konsumsi data masyarakat melonjak tajam seiring tingginya intensitas aktivitas menonton video, streaming, dan bermain gim. Momentum ini dimanfaatkan operator untuk menghentikan perang tarif dan fokus mencari pelanggan aktif jangka panjang melalui penawaran paket premium berkuota besar.

Selain itu, penyesuaian tarif layanan internet dan adopsi jaringan 5G yang berbiaya lebih mahal ikut berkontribusi mengerek pendapatan. Keberhasilan strategi konvergensi layanan (Fixed Mobile Convergence/FMC) yang menggabungkan internet rumah dan seluler dalam satu paket premium turut mengunci loyalitas pelanggan berdaya beli tinggi.

Komdigi menilai penyusutan nomor aktif ini bukan sebuah kemunduran, melainkan bukti keberhasilan sistem biometrik dalam memangkas peredaran kartu SIM fiktif atau penggunaan sekunder yang tidak produktif. Industri telekomunikasi kini bergerak menjauhi kuantitas kuota murah dan beralih menuju kualitas layanan yang lebih menguntungkan.

#biometrik-sim-card #arpu-operator-seluler #komdigi-biometrik #penurunan-kartu-sim #arpu-naik #registrasi-biometrik #industri-telekomunikasi #pertumbuhan-arpu #konsumsi-data #strategi-operator #pelangg

https://teknologi.bisnis.com/read/20260529/101/1977205/komdigi-klaim-biometrik-beri-efek-positif-peredaran-sim-card-berkurang-arpu-naik