Program MBG Kerek Laba Malindo (MAIN) Kuartal I/2026 Jadi Rp123 Miliar

Program MBG Kerek Laba Malindo (MAIN) Kuartal I/2026 Jadi Rp123 Miliar

Malindo Feedmill (MAIN) mencatat laba bersih Rp123 miliar pada kuartal I/2026, didorong program Makan Bergizi Gratis (MBG).

(Bisnis.Com) 25/05/26 15:30 231460

Bisnis.com, JAKARTA - PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) menilai program Makan Bergizi Gratis atau MBG turut memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan selama kuartal I/2026.

Direktur MAIN Rudy Hartono menjelaskan faktor pendorong kinerja positif sepanjang kuartal I/2026 ini adalah harga DOC dan Broiler yang cenderung stabil. Dia menyebut program MBG tersebut turut membantu para peternak UMKM maupun peternak plasma yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis perseroan.

“Program MBG ini terus terang sangat membantu para peternak, termasuk peternak UMKM dan plasma kami. Sehingga harga-harga poultry bisa cukup stabil karena antara supply dan demand menjadi lebih match dan lebih balance,” ujarnya dalam Public Expose, Senin (25/5/2026).

Meski tidak merinci kontribusi langsung terhadap penjualan perseroan pada kuartal I/2026, Malindo menilai keberadaan program tersebut mampu menjaga kondisi industri tetap kondusif di tengah fluktuasi harga live bird dan DOC.

Perseroan menilai keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan harga ayam di pasar domestik. Dengan kondisi harga yang lebih stabil, peternak dinilai memiliki ruang usaha yang lebih sehat dibandingkan periode sebelumnya.

Malindo berharap implementasi program MBG dapat terus diperkuat ke depan agar memberikan dampak yang lebih luas terhadap keberlangsungan usaha peternak nasional dan bisnis di sektor ini lebih bergairah.

MAIN mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp3,69 triliun pada kuartal I 2026 naik sebesar Rp526,86 miliar atau naik sebesar 16,61%. Penjualan Pakan ternak naik sebesar 10,92% atau sebesar Rp206,91 miliar, peningkatan penjualan anak ayam/ itik usia sehari sebesar naik 69,20% atau sebesar Rp330,63 miliar dari Rp 477,77 miliar menjadi Rp808,39 miliar pada periode Maret 2026.

Penjualan Ayam pedaging turun sebesar Rp15,91 miliar atau turun sebesar 2,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan Makanan olahan naik 16,81% atau naik sebesar Rp5,83 miliar, penjualan lain lain turun 0,48% atau sebesar Rp604 juta.

Laba kotor Perseroan pada kuartal I/2025 naik sebesar Rp74,76 miliar atau naik 22,79% dari Rp327,97 miliar menjadi Rp402,73 miliar pada Maret 2026. Peningkatan laba kotor diatas ikut mendorong Laba bersih Perseroan meningkat dari Rp62,88 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp123,28 miliar pada akhir Maret 2026 atau naik sebesar Rp60,40 miliar.

Dari sisi ekspansi, Malindo menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp700 miliar hingga Rp800 miliar pada 2026. Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan feedmill baru di Lampung serta pengembangan fasilitas breeding dan peternakan broiler.

Perseroan menargetkan pembangunan feedmill di Lampung dapat selesai pada kuartal III/2026.

“Fokus utama capex tahun ini adalah pembangunan feedmill di Lampung dan pengembangan breeding maupun peternakan broiler,” ujar Rudi.

Hingga saat ini, realisasi capex disebut telah mencapai sekitar 30% dari total anggaran yang disiapkan perseroan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#malindo-feedmill #program-mbg #laba-kuartal-i-2026 #harga-doc-stabil #harga-broiler-stabil #peternak-umkm #peternak-plasma #harga-poultry-stabil #pasokan-permintaan-ayam #penjualan-bersih-malindo #pen

https://market.bisnis.com/read/20260525/192/1976318/program-mbg-kerek-laba-malindo-main-kuartal-i2026-jadi-rp123-miliar