Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
Seorang pria berusia 21 tahun dari Maryland bernama Nasire Best dengan riwayat masalah kesehatan mental dan pernah berurusan dengan Secret Servicedan ditembak mati... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 25/05/26 01:10 230816
WASHINGTON - Seorang pria berusia 21 tahun dari Maryland bernama Nasire Best dengan riwayat masalah kesehatan mental dan pernah berurusan dengan Secret Service dan ditembak mati di dekat Gedung Putih pada hari Sabtu setelah diduga melepaskan tembakan ke arah petugas yang ditempatkan di pos pemeriksaan di luar kompleks tersebut.Insiden tersebut menyebabkan halaman utara Gedung Putih dikosongkan dan wartawan dipindahkan ke ruang konferensi pers, sementara Gedung Putih dan sekitarnya diberlakukan penguncian. Presiden AS Donald Trump, yang berada di dalam Gedung Putih pada saat itu, tidak terpengaruh.
Seorang juru bicara Secret Service AS mengatakan tersangka pria tersebut mendekati pos pemeriksaan di sudut Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue Northwest, mengeluarkan senjata dari tasnya, dan menembak petugas yang berjaga.
Agen Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka. Ia dibawa ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis, di mana ia kemudian meninggal dunia.
Seorang warga sipil juga terluka parah dalam insiden tersebut, meskipun para pejabat mengatakan masih belum jelas apakah orang tersebut terkena tembakan awal tersangka atau selama baku tembak berikutnya. Tidak ada agen Secret Service yang dilaporkan terluka.
Koresponden ABC News Selina Wang sedang merekam video di North Lawn ketika tembakan terdengar. “Kedengarannya seperti puluhan tembakan,” tulis Wang di X. “Kami diperintahkan untuk berlari ke ruang konferensi pers.”
Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
1. Mengalami Gangguan Kesehatan Mental
Para pejabat mengidentifikasi tersangka sebagai Nasire Best, 21 tahun, dari Maryland, menurut AP. Pihak berwenang mengatakan Best memiliki riwayat masalah kesehatan mental dan beberapa kali berurusan dengan Secret Service, termasuk upaya sebelumnya untuk memasuki pos pemeriksaan Gedung Putih yang menyebabkan perintah pengadilan yang mengharuskannya untuk menjauh dari area tersebut.2. Mengaku sebagai Yesus Kristus
New York Post, mengutip sumber penegak hukum dan catatan pengadilan, melaporkan bahwa Best sebelumnya mengaku sebagai "Yesus Kristus" selama penahanan Juli 2025 karena melewati pos pemeriksaan pejalan kaki Gedung Putih yang dibatasi.Penguncian yang diberlakukan di Gedung Putih dan halamannya dicabut sekitar pukul 18.45 waktu setempat.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan di sekitar Gedung Putih. Awal bulan ini, Secret Service mengatakan seorang pria ditembak oleh penegak hukum di dekat Monumen Washington setelah melepaskan tembakan ke arah petugas, yang sempat memicu peningkatan keamanan di area tersebut.
(ahm)
#gedung-putih #amerika-serikat #donald-trump #penembakan #yesus