Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Segera Diumumkan
Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran segera diumumkan. Selat Hormuz berpotensi dibuka lagi, tetapi isu nuklir masih alot.
(Kompas.com) 24/05/26 14:09 230545
KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan kerangka kesepakatan dengan Iran akan segera diumumkan. Kesepakatan itu disebut dapat membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dan menjadi pijakan menuju pembicaraan damai baru di kawasan Timur Tengah.
Mengutip Yahoo Finance, pernyataan tersebut memunculkan kembali harapan pasar terhadap potensi meredanya konflik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang ekonomi global.
Dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu (23/5/2026) waktu setempat, Trump mengatakan kerangka kesepakatan masih menunggu finalisasi antara AS, Iran, dan sejumlah negara lain.
Menurut Trump, rincian akhir perjanjian akan diumumkan dalam waktu dekat.
Negosiasi damai disebut memasuki tahap akhir
Perkembangan terbaru itu muncul setelah sejumlah pejabat Iran sebelumnya menyebut pembicaraan terus mengalami kemajuan dengan fokus utama menghentikan pertempuran di berbagai wilayah konflik.
Meski Iran maupun Israel belum memberikan konfirmasi langsung terhadap pernyataan Trump, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan Washington dan Teheran kini memasuki tahap akhir penyusunan nota kesepahaman.
Baghaei mengindikasikan isu lain di luar penghentian perang akan dibahas setelah situasi keamanan mereda.
"Apakah dalam 30 atau 60 hari ke depan kami membahas persoalan nuklir atau isu lain yang disepakati, itu merupakan hal terpisah. Pada tahap ini fokus utama kami adalah mengakhiri perang," kata Baghaei seperti dikutip media pemerintah Iran.
Laporan Bloomberg juga menyebut Pakistan bersama sejumlah negara Arab mendorong perpanjangan gencatan senjata selama enam pekan.
Trump mengatakan dirinya telah bertemu para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turkiye, Yordania, Pakistan, serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait rencana kesepakatan tersebut.
Selat Hormuz dan harga minyak jadi perhatian pasar
Perkembangan negosiasi Iran menjadi perhatian pelaku pasar global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.
Kontrak minyak mentah Brent sebagai acuan internasional ditutup di atas level 100 dollar AS per barel pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di atas 96 dollar AS per barel.
Harga minyak sempat turun pada Kamis (21/5/2026) setelah media Iran melaporkan para pemimpin Washington dan Teheran pada dasarnya telah menyepakati rencana yang mencakup gencatan senjata penuh dan pembukaan kembali navigasi Selat Hormuz.
Sementara isu lain, termasuk program nuklir Iran, direncanakan dibahas dalam tahap negosiasi berikutnya.
Program nuklir dan sanksi masih menjadi hambatan
Meski memberi sinyal positif bagi ekonomi global, pengumuman Trump belum menjawab sejumlah persoalan utama yang selama ini menjadi garis merah negosiasi Washington dan Teheran.
AS masih menempatkan program pengayaan uranium Iran sebagai isu utama.
Trump bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berulang kali menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir maupun memperkaya uranium.
Pemerintah AS juga menilai kesepakatan permanen perlu mencakup penghapusan cadangan uranium Iran yang telah diperkaya.
Di sisi lain, Iran tetap menolak penghentian total program pengayaan uraniumnya.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sebelumnya juga mengeluarkan arahan bahwa uranium hasil pengayaan tidak boleh keluar dari wilayah Iran.
Selain persoalan nuklir, hambatan lain yang belum terselesaikan mencakup sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran serta aset Iran yang dibekukan Departemen Keuangan AS.
Teheran juga menegaskan pencabutan sanksi ekonomi dan pembukaan kembali akses terhadap aset negara menjadi syarat penting menuju kesepakatan.
Ketegangan kawasan belum sepenuhnya berakhir
Pengumuman terbaru Trump menambah panjang dinamika hubungan AS dan Iran dalam beberapa bulan terakhir.
Laporan mengenai peluang tercapainya kesepakatan damai beberapa kali bergantian muncul dengan ancaman pembaruan aksi militer AS terhadap Iran.
Pemerintah Iran sebelumnya juga memperingatkan setiap serangan militer AS akan dibalas melalui aksi balasan di berbagai wilayah Teluk.
Sejak perang pecah pada akhir Februari 2026, kawasan Teluk menjadi wilayah yang paling terdampak eskalasi konflik.
Konflik bermula setelah AS dan Israel melancarkan gelombang awal serangan udara yang menewaskan pemimpin lama Iran Ali Khamenei.
Sejak saat itu, serangan balasan Iran menghantam berbagai infrastruktur energi, fasilitas militer, dan area sipil di Uni Emirat Arab, Qatar, serta sejumlah negara Teluk lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#amerika-serikat #donald-trump #kesepakatan-damai #konflik-timur-tengah #selat-hormuz #perang-iran-amerika-israel