IHSG Sepekan Tertekan ke 6.162, Market Cap Rp1.190 Triliun Lenyap

IHSG Sepekan Tertekan ke 6.162, Market Cap Rp1.190 Triliun Lenyap

IHSG turun 8,35% ke 6.162, kapitalisasi pasar hilang Rp1.190 triliun. Transaksi harian naik 15,68%, investor asing jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.

(Bisnis.Com) 23/05/26 08:21 229702

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 8,35% sepanjang perdagangan 18—22 Mei 2026 dan parkir di level 6.162,04. Pelemahan itu terjadi di tengah meningkatnya aktivitas transaksi dan aksi jual investor asing.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar P. Nurahmad mengatakan kapitalisasi pasar turut tergerus 10,07% menjadi Rp10.635 triliun dari posisi Rp11.825 triliun pada pekan sebelumnya. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar menyusut sekitar Rp1.190 triliun hanya dalam sepekan perdagangan.

"Rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat 15,68% menjadi Rp21,77 triliun dibandingkan dengan pekan sebelumnya sebesar Rp18,82 triliun," kata Kautsar dalam keterangannya, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Dia menambahkan peningkatan aktivitas perdagangan juga tecermin dari rata-rata volume transaksi harian yang naik 2,53% menjadi 36,67 miliar lembar saham dari sebelumnya 35,76 miliar lembar saham.

Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan 6,5% menjadi 2,37 juta kali transaksi dari 2,53 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Kondisi itu menunjukkan transaksi bernilai besar masih mendominasi perdagangan di tengah tekanan pasar.

Di sisi lain, lanjutnya, investor asing masih melanjutkan tren jual bersih di pasar saham domestik. Pada perdagangan Jumat (22/5/2026), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp309,52 miliar. Sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) 2026, investor asing telah membukukan jual bersih sebesar Rp41,63 triliun.

Di tengah tekanan pada pasar saham, Bursa Efek Indonesia juga mencatatkan tiga instrumen surat utang baru selama periode 18—22 Mei 2026 yang terdiri atas dua obligasi dan satu sukuk.

Pada Senin (18/5/2026), PT TBS Energi Utama Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp175 miliar dengan peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat penerbitan tersebut.

Selanjutnya pada Jumat (22/5), PT Samudera Indonesia Tbk mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp700 miliar dengan peringkat idA+(sy). Pada hari yang sama, PT Energi Mega Persada Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp500 miliar dengan peringkat idA+.

Dengan tambahan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang 2026 mencapai 62 emisi dari 41 emiten dengan nilai Rp67,84 triliun.

Secara keseluruhan, BEI saat ini memiliki 697 emisi obligasi dan sukuk outstanding dengan nilai Rp569,01 triliun dan US$148,82 juta. Selain itu, terdapat 188 seri Surat Berharga Negara senilai Rp6.803,28 triliun dan US$352,10 juta serta tujuh emisi Efek Beragun Aset senilai Rp3,57 triliun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg #ihsg-terkoreksi #ihsg-2026 #ihsg-turun #market-cap #kapitalisasi-pasar #transaksi-harian #volume-transaksi #frekuensi-transaksi #investor-asing #net-sell #obligasi-baru #sukuk-baru #emisi-obliga

https://market.bisnis.com/read/20260523/7/1975908/ihsg-sepekan-tertekan-ke-6162-market-cap-rp1190-triliun-lenyap