DBS Indonesia Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp15,6 Triliun pada 2025

DBS Indonesia Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp15,6 Triliun pada 2025

DBS Indonesia berkomitmen menyalurkan pembiayaan berkelanjutan Rp15,6 triliun pada 2025, mendukung ekonomi hijau dan inklusif dengan fokus pada UMKM dan energi bersih.

(Bisnis.Com) 21/05/26 20:00 228181

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank DBS Indonesia meningkatkan portofolio pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan menjadi lebih dari Rp15,6 triliun pada 2025, naik dibandingkan Rp14,1 triliun pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan keberlanjutan kini menjadi bagian yang terintegrasi dalam seluruh lini bisnis perseroan, mulai dari pembiayaan, pengelolaan risiko, hingga operasional perusahaan.

“Peningkatan signifikan dalam portofolio pembiayaan bisnis berkelanjutan ini menunjukkan komitmen nyata Bank DBS Indonesia untuk menyalurkan dana menuju bisnis yang secara aktif berkontribusi pada ekonomi yang lebih hijau dan lebih setara di Indonesia,” ujar Lim Chu Chong dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, posisi bank yang relevan di masa depan harus diiringi kontribusi terhadap penciptaan ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif.

Dia juga menyebut pihaknya telah menerbitkan laporan keberlanjutannya yang menyoroti tiga fokus utama, yakni perbankan bertanggung jawab, praktik bisnis bertanggung jawab, dan dampak sosial di luar sektor perbankan.

Dari sisi pembiayaan berkelanjutan, Bank DBS Indonesia mencatat penyaluran kumulatif lebih dari Rp3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra pembiayaan. Perseroan juga menyalurkan kredit modal kerja senilai Rp70 miliar kepada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) perseroan tercatat mencapai 6,97 persen, melampaui target internal bank.

Di pasar modal, DBS Indonesia mencatat langganan obligasi hijau melampaui Rp1 triliun pada 2025. Sementara itu, langganan reksa dana berbasis environmental, social, and governance (ESG) tercatat Rp148 miliar di tengah pergeseran preferensi investor ke instrumen pendapatan tetap jangka pendek.

Perseroan juga terlibat dalam pengembangan ekosistem energi bersih melalui kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN, serta International Energy Agency (IEA) untuk pengembangan sistem penyimpanan energi baterai atau battery energy storage system (BESS).

Di sisi operasional, Bank DBS Indonesia mencatat penurunan konsumsi energi sebesar 15 persen secara tahunan menjadi 8.397 megawatt hour (MWh). Total emisi gas rumah kaca (GRK) juga turun 17 persen menjadi 11.528 ton setara karbon dioksida.

Selain itu, perseroan menggunakan energi terbarukan sebesar 213 MWh dan membeli 8.500 MWh Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung pengembangan pasar energi hijau.

Dalam aspek tata kelola, DBS Indonesia memperkuat sistem keamanan digital dan perlindungan nasabah melalui pengembangan sistem pemantauan penipuan, masa penangguhan transfer bernilai besar, serta penerapan token digital baru. Bank juga menjalankan kampanye edukasi keamanan finansial melalui program “Behind the Scam”.

#dbs-indonesia #pembiayaan-berkelanjutan #ekonomi-hijau #kredit-umkm #obligasi-hijau #energi-bersih #energi-terbarukan #emisi-gas-rumah-kaca #keamanan-digital #sistem-penyimpanan-energi #laporan-keberl

https://finansial.bisnis.com/read/20260521/90/1975604/dbs-indonesia-salurkan-pembiayaan-berkelanjutan-rp156-triliun-pada-2025