3 Puasa dengan Pahala Besar di Bulan Dzulhijjah, Cek Tanggalnya
Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah di bulan Dzulhijjah menawarkan pahala besar. Puasa ini dilakukan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah dan dianjurkan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan meraih
(Bisnis.Com) 19/05/26 17:50 225202
Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Bulan ini memiliki banyak keutamaan karena di dalamnya terdapat ibadah haji dan Hari Raya Iduladha. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk menjalankan puasa sunnah.
Puasa sunnah di awal Dzulhijjah terbagi menjadi tiga bagian yang paling dikenal, yakni puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah. Ketiganya memiliki keutamaan besar serta pahala yang berlipat ganda.
Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
Pengertian Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, menjaga silaturahim, dan berpuasa.
Puasa ini dianjurkan baik bagi orang yang sedang berhaji maupun yang tidak menunaikan ibadah haji.
Niat Puasa Dzulhijjah
Waktu niat puasa dilakukan sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta‘âlâ.”
Tata Cara Puasa Dzulhijjah
Tata cara puasa Dzulhijjah sama seperti puasa sunnah pada umumnya, yakni:
- Membaca niat puasa
- Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa
- Dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
- Dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal salehBagi yang memiliki utang puasa
- Ramadhan, diperbolehkan mengqadha puasa sekaligus bertepatan dengan puasa sunnah
- Dzulhijjah.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Salah satu keutamaan puasa Dzulhijjah adalah pahala ibadah yang dilipatgandakan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah…” (HR Tirmidzi)
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa satu hari puasa di awal Dzulhijjah setara dengan puasa sunnah selama satu tahun, sedangkan ibadah malamnya setara dengan malam Lailatul Qadar.
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Pengertian Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa ini dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.
Sementara bagi jamaah haji, berpuasa pada hari Tarwiyah dinilai khilaful aula atau tidak lebih utama karena dikhawatirkan mengurangi kekuatan fisik saat menjalani rangkaian ibadah haji.
Niat Puasa Tarwiyah
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta‘âlâ.”
Tata Cara Puasa Tarwiyah
Pelaksanaan puasa Tarwiyah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:
- Berniat puasa
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
- Dilaksanakan sejak fajar hingga maghrib
- Memperbanyak doa dan ibadah sunnah lainnya
Jika lupa berniat pada malam hari, niat puasa sunnah masih diperbolehkan pada pagi atau siang hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dipercaya memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa selama satu tahun. Dalam hadits disebutkan:
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” (HR Abu Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar)
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari wukuf jamaah haji di Padang Arafah.
Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Sementara bagi jamaah haji, mayoritas ulama memakruhkan puasa Arafah karena dikhawatirkan melemahkan kondisi fisik saat menjalankan ibadah wukuf.
Niat Puasa Arafah
Berikut bacaan niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta‘âlâ.”
Tata Cara Puasa Arafah
Puasa Arafah dilakukan sebagaimana puasa sunnah lainnya, yaitu:
- Membaca niat puasa
- Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa
- Dilaksanakan dari fajar hingga matahari terbenam
- Dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Artinya: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa dosa yang dihapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil.
Selain itu, Hari Arafah juga dikenal sebagai hari pembebasan dari api neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari dimana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah.” (HR Muslim)
Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah merupakan amalan sunnah yang memiliki pahala besar dan keutamaan luar biasa. Selain menjadi momentum meningkatkan ibadah, puasa di awal bulan Dzulhijjah juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ampunan-Nya.
#puasa-dzulhijjah #puasa-tarwiyah #puasa-arafah #keutamaan-puasa-dzulhijjah #keutamaan-puasa-tarwiyah #keutamaan-puasa-arafah #niat-puasa-dzulhijjah #niat-puasa-tarwiyah #niat-puasa-arafah #tata-cara-p