Kementerian Perindustrian apresiasi kerajinan tenun ikat Kediri
Kementerian Perindustrian mengapresiasi produksi tenun ikat Kediri, yang merupakan kerajinan khas dari kota ini dan mendorong agar pengusaha makin kreatif ...
(Antara) 19/05/26 15:12 224977
Kediri (ANTARA) - Kementerian Perindustrian mengapresiasi produksi tenun ikat Kediri, yang merupakan kerajinan khas dari kota ini dan mendorong agar pengusaha makin kreatif sehingga mampu meningkatkan daya saing produknya.
Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kimia, Sandang dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan mengatakan produk tenun ikat Kediri sangat luar biasa. Pemerintah terus mendorong agar produk makin berkembang dengan pendampingan pengembangan desain.
“Secara teknis produk tenun di Kota Kediri sudah sangat baik, untuk itu kami kolaborasikan IKM tenun dan IKM fesyen di Kota Kediri agar nantinya bisa menghasilkan produk jadi seperti tas, baju atau produk aksesoris yang semakin diminati masyarakat,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kediri, Selasa.
Pihaknya memberikan edukasi kepada perajin tenun ikat di Kediri, dengan turut serta menggandeng pihak kampus yakni Universitas Ciputra sebagai pemateri.
“Kami melihat jurusan desain di Universitas Ciputra sangat luar biasa. Melalui kolaborasi ini, kain tenun tidak hanya akan diolah menjadi pakaian biasa, melainkan diversifikasi menjadi produk fesyen bernilai tinggi seperti tas, sepatu, dan lainnya," ujar dia.
Pihaknya berharap dengan edukasi yang diberikan itu, para peserta bisa membuat produk fesyen berbasis tenun sebagai prototype dalam kurun waktu satu bulan pasca-pelatihan.
Pemerintah juga terus mendampingi mereka, sehingga produk yang dihasilkan pun juga benar-benar sesuai dan berkualitas.
"Kami optimistis kegiatan ini memberikan manfaat yang besar. Dari sisi teknis teman-teman sudah keren, mudah-mudahan dengan waktu terbatas ini bisa memunculkan produk baru yang inovatif,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri Faiqoh Azizah menambahkan edukasi yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian, khususnya Direktorat Jenderal IKMA melalui Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan ini sangat membantu para pengusaha tenun ikat di Kota Kediri.
Pihaknya menambahkan selain menjadi kain tradisional, tenun ikat juga telah menjadi identitas budaya dan hasil karya kebanggaan Kota Kediri.
Ia juga menilai tantangan industri kreatif saat ini menjadi semakin dinamis misalnya selera pasar terus berubah, tren fesyen berkembang sangat cepat, dan produk lokal dituntut untuk tampil semakin kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di pasar modern.
Pihaknya juga menyebut edukasi ini bisa menjadi langkah nyata untuk memberikan inspirasi bagi para pelaku IKM dalam melakukan keberagaman desain produk.
Menurutnya, eksplorasi ini bisa dimulai dari pemilihan dan kombinasi warna, pengembangan motif dan modifikasi desain, pemilihan jenis benang, variasi, serta kombinasi bahan baku.
“Saya berharap adanya kesinambungan yang kuat antara penyedia (supply) kain tenun dengan proses kreatif sehingga akan tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan dan berkelanjutan," kata Ning Faiqoh, sapaan akrabnya.
Ia pun ingin agar ke depan para perajin juga makin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang desain, memahami kebutuhan pasar serta menciptakan produk yang memiliki identitas budaya dan relevan dengan tren masa kini.
Acara ini digelar pada 18–22 Mei 2026 di Kota Kediri, dengan mengusung misi besar untuk mendorong perajin lokal naik kelas serta meningkatkan daya saing produk IKM baik di pasar domestik maupun pasar Internasional. Kegiatan ini diikuti 20 peserta yang merupakan pelaku IKM fesyen dan para perajin tenun.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026