Penguatan Dolar AS Terhadap Rupiah Justru Untungkan RI, Kok Bisa?
Deputi Ekonomi Kreatif DPP Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis, menilai penguatan dolar AS terhadap rupiah justru membawa keuntungan bagi Indonesia.
(WE Finance) 18/05/26 11:50 223548
Warta Ekonomi, Jakarta -Deputi Ekonomi Kreatif DPP Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis, menilai penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah justru membawa keuntungan bagi Indonesia, khususnya di sektor ekspor.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai USD 282,91 miliar, meningkat 6,15% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 266,52 miliar.
“Justru kurs dolar hari ini menguntungkan ekspor Indonesia. Nilai total ekspor tercatat USD 282,91 miliar, naik 6,15% secara tahunan. Kinerja ini memberikan surplus neraca perdagangan sebesar USD 41,05 miliar,” tulisnya di akun X, Senin (18/5).
Ia juga mengaku sependapat terhadap Presiden Prabowo Subianto bahwa penguatan dolar AS terhadap rupiah tidak berdampak besar pada masyarakat desa.
"Saya sepakat apa yang disampaikan Presiden @prabowo, kurs dollar hari ini tidak terlalu berdampak di desa," ucapnya.
Ia juga sependapat dengan Presiden Prabowo Subianto bahwa penguatan dolar tidak berdampak besar pada masyarakat desa. Menurutnya, impor barang konsumsi masih rendah, hanya sekitar 9%, kecuali kedelai yang mencapai 90% impor.
“Impor bahan konsumsi seperti buah, daging, pakaian, sepatu, ponsel, laptop, kosmetik, dan skincare angkanya baru 9%. Kecuali kedelai, 90% impor,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa masyarakat di desa tidak banyak menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), sebagai tanggapan atas tudingan sejumlah pihak yang menilai pelemahan rupiah terhadap dolar berpotensi menimbulkan krisis.
"Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi Indonesia justru lebih aman dan stabil dibandingkan banyak negara lain yang tengah panik menghadapi persoalan pangan dan energi.
“Pangan-energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Mahakuasa,” katanya.