Soroti Keamanan di Jakarta, Pramono Gandeng Polda untuk Integrasikan CCTV
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membahas soal maraknya kriminalitas di wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa persoalan keamanan masih... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 18/05/26 10:17 223363
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membahas soal maraknya kriminalitas di wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa persoalan keamanan masih menjadi prioritas utama.Hal tersebut ia sampaikan usai meresmikan gedung baru Puskesmas Pembantu Meruya Selatan 2 di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026). “Masalah keamanan di Jakarta terus terang tetap menjadi prioritas utama pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin,” ujarnya.
Pramono menuturkan, Pemprov DKI telah menyiapkan berbagai bantalan sosial untuk masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinilai menantang. Selain itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum juga terus dilakukan guna menjaga situasi tetap aman.
“Kami berkoordinasi dengan jajaran aparatur penegak hukum terutama dengan kepolisian untuk penanganan persoalan di lapangan yang seperti ini segera teratasi,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta juga akan menjalin kerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk integrasi sistem CCTV di seluruh wilayah Jakarta. Sistem tersebut nantinya akan menghubungkan kamera pengawas milik Pemprov, kepolisian, instansi lain, hingga gedung-gedung tinggi di ibu kota.
“Kami akan melakukan kerja sama dengan Kapolda Metro Jaya untuk bagaimana CCTV di seluruh Jakarta itu, baik yang dimiliki pemerintah DKI Jakarta maupun Polda Metro Jaya maupun instansi lain maupun gedung-gedung yang tingkatnya lebih dari empat sekarang ini bisa kita koordinasikan dengan baik,” jelasnya.
Pramono berharap integrasi CCTV ini dapat menjadi alat monitoring awal untuk mencegah tindakan kriminal. Selain membahas keamanan, gubernur juga membahas soal penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta.
Menurutnya, jumlah RW kumuh di Jakarta berhasil turun drastis dari 445 wilayah menjadi 211 wilayah. “Badan Pusat Statistik sudah mengumumkan RW kumuh di Jakarta menurun secara drastis dari 445 ke 211,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan fasilitas kesehatan tingkat lingkungan seperti puskesmas pembantu juga memiliki peran penting dalam membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat di kawasan padat penduduk.
“Maka Puskesmas Pembantu seperti inilah yang juga nanti akan berperan serta untuk lebih menurunkan lagi persoalan yang ada di RW kumuh di Jakarta,” tuturnya.
Pemprov DKI pun berharap Jakarta ke depan bisa menjadi kota yang semakin bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
(rca)
#pramono-anung #pemprov-dki-jakarta #cctv #kriminalitas #begal