Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam
Supertanker tujuan Vietnam yang mengangkut 2 juta barel minyak mentah Irak melanjutkan perjalanan setelah ditahan selama beberapa hari di Teluk Oman oleh pasukan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 18/05/26 07:54 223227
MUSCAT - Sebuah kapal supertanker tujuan Vietnam yang mengangkut 2 juta barel minyak mentah Irak melanjutkan perjalanan setelah ditahan selama beberapa hari di Teluk Oman oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal tanker raksasa bernama Agios Fanourios I tersebut terpantau mulai berlayar menjauhi perairan di lepas pantai ibu kota Oman, Muscat, pada Sabtu malam waktu setempat setelah menunggu selama lima hari di wilayah tersebut."Kargo ini memiliki tingkat urgensi yang sangat penting bagi Kilang Nghi Son, bagi Republik Sosialis Vietnam, dan bagi seluruh rakyat Vietnam," demikian bunyi surat resmi yang diperoleh Bloomberg, dikutip dari Mint, Senin (17/5/2026).
Dalam dokumen tersebut dijelaskan keterlambatan lebih lanjut dalam pengiriman minyak ini berisiko menghentikan total operasional kilang. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu dampak sistemik yang luas bagi jutaan konsumen, sektor bisnis, layanan publik, hingga industri manufaktur di Vietnam.
Sebelumnya pada awal hari Minggu, kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yang bermuatan penuh tersebut dilaporkan telah berlayar melewati garis batas di mana Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade laut terhadap aktivitas pelayaran Iran. Kapal supertanker ini diketahui telah keluar dari Teluk Persia sejak sepekan lalu, bergerak melewati Selat Hormuz yang diblokade Iran, dan mencoba masuk ke Laut Arab.
Namun, saat kapal mendekati garis blokade Angkatan Laut AS, data pelacakan menunjukkan kapal tanker tersebut terpaksa berbalik arah kembali ke Teluk Oman. Komando Pusat AS (USCENTCOM) menyatakan pada saat itu bahwa kapal tersebut diminta berputar balik demi menegakkan aturan blokade maritim yang sedang diberlakukan terhadap Iran.
Kelanjutan transit kapal sekoci raksasa ini terjadi menyusul berakhirnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dua hari antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Meskipun kedua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut sepakat bahwa jalur pelayaran internasional harus tetap dibuka, pertemuan tersebut tampaknya belum menghasilkan kemajuan nyata untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, volume lalu lintas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut dilaporkan masih berada jauh di bawah tingkat normal sebelum terjadinya konflik. Kendati demikian, dalam beberapa hari terakhir mulai terlihat sedikit peningkatan aktivitas komersial seiring dengan keluarnya beberapa kapal tanker minyak mentah dari kawasan Teluk Persia.
(nng)
#kapal-tanker #minyak-mentah #selat-hormuz #perang-as-vs-iran #vietnam