CEO Baru Berkshire Hathaway Rombak Portofolio, Lepas Banyak Saham

CEO Baru Berkshire Hathaway Rombak Portofolio, Lepas Banyak Saham

CEO baru Berkshire Hathaway, Greg Abel, mulai merombak besar-besaran portofolio investasi perusahaan.

(Kompas.com) 17/05/26 10:10 222753

KOMPAS.com - Berkshire Hathaway mulai menunjukkan arah investasi baru di bawah kepemimpinan CEO Greg Abel. Dalam tiga bulan pertama sejak menggantikan Warren Buffett sebagai kepala eksekutif, Abel melakukan salah satu perombakan portofolio terbesar dalam sejarah perusahaan.

Berdasarkan dokumen terbaru yang disampaikan ke Securities and Exchange Commission (SEC), Berkshire menambah dua saham baru, yakni Delta Air Lines dan Macy’s, sekaligus meningkatkan kepemilikan pada empat emiten lain.

Perubahan paling mencolok terjadi pada saham induk Google, Alphabet. Berkshire meningkatkan kepemilikan sahamnya hingga 224 persen sepanjang kuartal I 2026.

Dikutip dari CNBC, Minggu (17/5/2026), nilai investasi Berkshire di Alphabet mencapai 16,6 miliar dollar AS pada akhir kuartal pertama 2026, menjadikannya sebagai kepemilikan saham terbesar ketujuh di portofolio perusahaan.

Langkah tersebut sejauh ini terbukti menguntungkan. Sejak akhir kuartal I 2026, saham Alphabet telah melonjak sekitar 38 persen.

Kenaikan agresif di Alphabet dinilai hampir pasti merupakan keputusan Greg Abel, baik dengan persetujuan maupun masukan langsung dari Warren Buffett.

Banyak saham lama dilepas

Di sisi lain, Berkshire memangkas jumlah saham dalam portofolionya secara signifikan.

Langkah ini sejalan dengan laporan Wall Street Journal bulan lalu yang menyebut Abel kemungkinan melepas banyak saham yang sebelumnya dikelola Todd Combs, mantan manajer portofolio Berkshire yang kini bergabung ke JPMorgan.

Namun, Berkshire tidak pernah secara terbuka mengungkap siapa pengelola masing-masing saham di dalam portofolionya.

Sejumlah saham yang dilepas seluruhnya pada kuartal pertama 2026 antara lain Visa, Mastercard, UnitedHealth, Domino’s Pizza, Aon, Pool Corp, Amazon, Heico, Charter Communications, Lamar Advertising, Allegion, Diageo, hingga Atlanta Braves Holdings.

Berkshire juga keluar sepenuhnya dari saham Amazon setelah menjual sisa 2,3 juta saham pada kuartal pertama. Sebelumnya, perusahaan sudah melepas 7,7 juta saham Amazon pada kuartal IV 2025 dari total kepemilikan 10 juta saham.

Sementara itu, kepemilikan di Constellation Brands juga nyaris dihapus setelah dipangkas hingga 95 persen.

Meski melakukan perombakan besar, Berkshire relatif mempertahankan dua investasi utamanya, yakni Apple dan Bank of America.

Kepemilikan di Bank of America hanya dikurangi kurang dari 1 persen, sedangkan posisi di Apple tidak berubah.

Chevron jadi pengurangan terbesar

Jika diukur berdasarkan nilai pasar, Chevron menjadi saham yang paling besar dikurangi Berkshire pada kuartal pertama 2026.

Perusahaan memangkas sekitar 35 persen kepemilikan di Chevron dengan nilai lebih dari 8 miliar dollar AS berdasarkan harga pasar akhir kuartal pertama.

Meski demikian, nilai sisa investasi Berkshire di Chevron masih mencapai lebih dari 17 miliar dollar AS.

Menariknya, Berkshire justru menjual saham Chevron saat harga saham perusahaan migas itu sedang naik pada kuartal pertama.

Setelah kuartal berakhir, saham Chevron turun sekitar 7,6 persen, meski masih menguat 25,4 persen secara year to date di tengah lonjakan harga minyak akibat perang Iran.

Berkshire kembali masuk saham maskapai

Selain Alphabet, penambahan terbesar berikutnya dilakukan pada Delta Air Lines.

Berkshire membeli sekitar 39,8 juta saham Delta yang kini bernilai sekitar 2,8 miliar dollar AS.

Pembelian ini menandai kembalinya Berkshire ke sektor maskapai penerbangan setelah terakhir kali keluar dari industri tersebut pada 2020 saat pandemi Covid-19 menghantam industri aviasi global.

Kala itu, Warren Buffett menjual seluruh saham maskapai yang dimiliki Berkshire, termasuk Delta, American Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines, dengan kerugian besar akibat anjloknya perjalanan udara.

Padahal sebelumnya Buffett sempat optimistis terhadap sektor penerbangan setelah konsolidasi industri meningkatkan daya tawar maskapai.

Namun Buffett juga dikenal lama skeptis terhadap bisnis penerbangan. Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire tahun 2007, ia bahkan menyebut maskapai sebagai bisnis yang tumbuh cepat tetapi menghasilkan keuntungan minim meski membutuhkan modal besar.

Karena rekam jejak Warren Buffett yang cenderung menghindari sektor aviasi, pembelian kembali saham Delta diperkirakan lebih merefleksikan strategi investasi Greg Abel dibanding keputusan Buffett sendiri.

Tambah saham media dan ritel

Selain teknologi dan maskapai, Berkshire juga memperbesar investasi di sektor media.

Perusahaan melipatgandakan kepemilikan saham New York Times menjadi 15,1 juta saham dengan nilai lebih dari 1,1 miliar dollar AS.

Berkshire juga membuka posisi baru di saham jaringan department store Macy’s.

Nilai investasinya memang masih relatif kecil, sekitar 59 juta dollar AS, tetapi kabar tersebut langsung mendorong saham Macy’s naik lebih dari 5 persen setelah perdagangan ditutup.

Lelang makan siang Buffett tembus Rp 148 miliar

Di luar aktivitas investasi, Warren Buffett kembali menarik perhatian lewat lelang amal makan siangnya.

Seorang penawar anonim memenangkan lelang makan siang bersama Buffett, pebasket Stephen Curry, dan pengusaha sekaligus penulis Ayesha Curry dengan nilai 9 juta dollar AS atau sekitar Rp 148 miliar.

Buffett juga menambahkan donasi pribadi sebesar 18 juta dollar AS, sehingga total dana yang terkumpul mencapai 27 juta dollar AS.

Dana tersebut akan dibagi untuk Glide Foundation di San Francisco dan Eat. Learn. Play Foundation milik keluarga Curry yang berfokus pada pendidikan siswa di Oakland.

Selama lebih dari dua dekade, lelang makan siang Warren Buffett telah mengumpulkan lebih dari 53 juta dollar AS untuk kegiatan amal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#warren-buffett #portofolio-saham #greg-abel #ceo-berkshire-hathaway #berkshire-hathaway #saham-berkshire-hathaway

https://money.kompas.com/read/2026/05/17/101012426/ceo-baru-berkshire-hathaway-rombak-portofolio-lepas-banyak-saham