Prabowo Beri Peringatan Keras ke Aparat yang Bekingi Judi dan Narkoba
Presiden Prabowo Subianto memperingatkan aparat hukum untuk menghindari korupsi dan tidak melindungi praktik ilegal seperti judi dan narkoba.
(Bisnis.Com) 16/05/26 14:27 222410
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparat penegak hukum dan institusi negara melakukan pembenahan internal serta membersihkan praktik korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan aparat negara harus berdiri di pihak rakyat dan tidak terlibat dalam praktik ilegal maupun perlindungan terhadap kejahatan.
"Seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri kejaksaan kepolisian tentara harus koreksi diri harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing," kata Prabowo.
Ia mengaku tidak ingin lagi mendengar adanya aparat yang justru melindungi praktik penyelundupan, perjudian, hingga peredaran narkoba.
"Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan aparat yang backing penyelewengan aparat yang backing penyeludupan backing narkoba backing judi backing ilegal ini, ilegal itu, ilegal ini jangan sampai begitu," ujarnya.
Presiden juga meminta aparat TNI dan Polri kembali pada jati diri sebagai institusi yang dekat dan dicintai masyarakat. Menurut dia, keterlibatan aparat dalam membantu sektor pangan dan pertanian merupakan bagian dari konsep "tentara rakyat" dan "polisi rakyat".
"TNI adalah tentara rakyat polisi kita harus jadi polisi rakyat dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan kepolisian sekarang," tutur Prabowo.
Dia mengaku tidak mempermasalahkan kritik maupun ejekan dari pihak luar terhadap kebijakan aparat yang ikut terlibat dalam urusan pertanian dan ketahanan pangan.
"Saya ditanya, saya diejek di negara-negara lain saya memang kenyang diejek gak apa-apalah, biar aja paling diejek. Rakyat yang susah lebih menderita tiap hari," kata Presiden.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pengalamannya menerima laporan dugaan penyimpangan oleh sejumlah pejabat yang memiliki kedekatan dengannya. Dia menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang diduga melakukan pelanggaran.
Presiden menceritakan pernah menerima laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan terkait pejabat yang dekat dengannya. Namun, dia meminta pemeriksaan tetap dilanjutkan tanpa pandang bulu.
"Teruskan pemeriksaan. Tidak ada \'orang Prabowo\', bukan \'orang Prabowo\' dekat sama saya, ya enggak ada urusan kalau ada indikasi terus periksa," ujar Prabowo.
Menurut dia, pejabat negara justru harus lebih berhati-hati ketika diberikan amanah jabatan karena tanggung jawabnya melekat kepada negara dan rakyat.
"Begitu menjabat jabatan negara jabatan berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat sudah enggak ada lagi," katanya.
Prabowo juga menyebut kader dari partainya sendiri, Partai Gerakan Indonesia Raya, tetap diproses hukum apabila terbukti melakukan pelanggaran.
"Mau partai saya sendiri Gerindra, cek sudah berapa yang diproses dan ditahan," tuturnya.
Dalam pidato tersebut, Presiden menyinggung tragedi yang dialami Marsinah dan menyebut peristiwa itu menjadi pelajaran penting mengenai bahaya kolusi antara aparat dan pemilik modal.
"Saya baru sadar baru paham ya kolusi aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu dan ini budaya ini tidak boleh kita teruskan," kata Prabowo.
Dia pun meminta Panglima TNI dan Kapolri memastikan seluruh aparat menegakkan hukum secara adil serta menjaga kekayaan negara untuk kepentingan rakyat.
"Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang yang tidak menegakkan hukum keadilan dan kebenaran tidak boleh backing-backing macam-macam, negara kita kaya harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," tandas Prabowo.
#prabowo-peringatan-aparat #aparat-bekingi-judi #aparat-bekingi-narkoba #pembenahan-internal-aparat #korupsi-aparat-negara #penyalahgunaan-kekuasaan #praktik-ilegal-aparat #koreksi-diri-aparat #penyelu