Rupiah Melemah, Perlukah Punya Tabungan Dollar AS?

Rupiah Melemah, Perlukah Punya Tabungan Dollar AS?

Rupiah melemah, tabungan dollar AS jadi sorotan. Namun, tidak semua cocok untuk diversifikasi. Pahami manfaat dan strateginya agar keuangan tetap aman!

(Kompas.com) 16/05/26 14:41 222408

JAKARTA, KOMPAS.com- Tren pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dollar AS menimbulkan keinginan masyarakat untuk memiliki tabungan dalam kurs dollar AS.

Kendati demikian, strategi keuangan tersebut tidak selalu cocok pada setiap rumah tangga.

Masyarakat harus mengetahui dengan jelas apa manfaat memiliki tabungan dalam dollar AS.

Perencana keuangan sekaligus Founder Finante.id, Rista Zwestika mengatakan, memiliki sebagian tabungan dalam dollar AS bisa menjadi langkah diversifikasi yang baik.

"Terutama untuk masyarakat yang memiliki rencana pendidikan luar negeri atau kebutuhan perjalanan internasional," kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (16/5/2026).

Selain itu, tabungan dalam bentuk dollar AS juga penting dimiliki bagi masyarakat yang memiliki bisnis impor atau tujuan investasi global.

"Namun, bukan berarti semua orang harus memindahkan seluruh tabungannya ke dollar AS," ujar dia.

Menurut dia, tabungan dollar AS idealnya disesuaikan dengan kebutuhan dan profil keuangan masing-masing.

Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah memastikan dana darurat dan kebutuhan rutin tetap aman dalam rupiah.

"Tentukan tujuan memiliki tabungan dollar, apakah untuk proteksi nilai aset, traveling, pendidikan, atau investasi," terang dia.

Langkah memiliki simpanan dollar AS dapat dilakukan dengan mulai menabung dollar AS secara rutin dan bertahap, tidak perlu langsung besar.

Rista menyarankan, masyarakat dapat menggunakan instrumen resmi seperti rekening valuta asing (valas), deposito valas, atau investasi berbasis dollar sesuai profil risiko.

"Prinsipnya, tabungan dollar lebih cocok dijadikan alat diversifikasi dan persiapan kebutuhan masa depan, bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan dari selisih kurs," ucap Rista.

Ia mengimbau, masyarakat sebaiknya tidak panik ataupun buru-buru mengambil keputusan ekstrem saat dollar AS naik. "Fokus utama tetap pada tujuan keuangan dan kebutuhan masing-masing," tutur dia.

Rista menjelaskan, ketika kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sudah aman, maka kenaikan dollar AS bisa menjadi momentum untuk mulai diversifikasi aset. "Termasuk mempertimbangkan instrumen berbasis dollar AS secara bertahap," imbuh dia.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah di pasar spot masih ditutup melemah pada perdagangan Jumat (15/5/2026).

Mata uang Garuda melemah 0,39 persen ke level Rp 17.597 per dollar Amerika Serikat (AS). Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik, mulai dari tensi geopolitik yang memanas di Timur Tengah, penguatan dollar AS hingga tren suku bunga tinggi.

"Kondisi eksternal membuat dollar mengalami penguatan, kemudian harga minyak juga naik dan berdampak terhadap pelemahan mata rupiah," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#kurs-rupiah #diversifikasi-aset #strategi-keuangan #tabungan-dollar-as

https://money.kompas.com/read/2026/05/16/144100526/rupiah-melemah-perlukah-punya-tabungan-dollar-as-