KAI Catat 3,2 Juta Penumpang Gunakan Kereta Bandara Awal 2026

KAI Catat 3,2 Juta Penumpang Gunakan Kereta Bandara Awal 2026

Konektivitas berbasis rel semakin dibutuhkan dalam mendukung pergerakan masyarakat.

(Republika) 16/05/26 11:34 222326

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan kereta api bandara KAI Group melayani 3.246.711 penumpang sepanjang Januari hingga April 2026. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya penggunaan transportasi rel sebagai moda akses menuju kawasan bandara di berbagai daerah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan capaian tersebut berasal dari layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara YIA, KA Srilelawangsa di Medan, KA Minangkabau Ekspres di Padang, serta layanan transportasi rel terintegrasi seperti LRT Sumatera Selatan dan KA BIAS.

“Pertumbuhan penggunaan layanan tersebut memperlihatkan bahwa konektivitas berbasis rel semakin dibutuhkan dalam mendukung pergerakan masyarakat modern,” ujar Anne dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Anne menyampaikan layanan kereta bandara tidak hanya mempermudah perjalanan menuju bandara, tetapi juga memperkuat keterhubungan kawasan perkotaan, pusat ekonomi, hingga destinasi wisata. Untuk layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, jumlah pelanggan Januari hingga April 2026 mencapai 837.778 pelanggan atau meningkat 18,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 705.859 pelanggan.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat Jabodetabek terhadap moda transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki kepastian waktu perjalanan di tengah tingginya kepadatan lalu lintas perkotaan,” kata Anne.

Di Yogyakarta, layanan KA Bandara YIA mencatat total 920.898 pelanggan pada Januari hingga April 2026, terdiri atas 619.498 pelanggan KA Bandara YIA Reguler dan 301.400 pelanggan KA YIA Xpress. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 888.653 pelanggan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa akses transportasi yang terintegrasi semakin menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Konektivitas menuju bandara juga meningkat di Sumatra Utara melalui layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai. Selama Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan mencapai 1.414.031 pelanggan, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.379.178 pelanggan. Jalur tersebut menjadi penghubung utama kawasan perkotaan Medan, wilayah penyangga, hingga Bandara Kualanamu.

Di Sumatra Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 74.004 pelanggan melalui relasi Pulau Aie–Padang–Tabing–Duku–Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu tempuh sekitar 45 hingga 50 menit.

“Kehadiran layanan ini membantu masyarakat dan wisatawan memperoleh akses transportasi menuju bandara yang lebih efisien, terjangkau, dan terhubung langsung dengan pusat Kota Padang,” kata Anne.

Penguatan konektivitas berbasis rel juga terlihat di Solo melalui layanan KA Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS yang kini diperpanjang hingga Madiun. Layanan ini memperluas akses masyarakat dari Solo Raya, Sragen, Ngawi, Magetan, hingga Madiun menuju bandara tanpa bergantung sepenuhnya pada perjalanan jalan raya.

“Selain mempermudah perjalanan masyarakat, konektivitas tersebut juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata antarwilayah yang semakin terhubung,” ujar Anne.

#kereta-bandara #kai-group #penumpang-kereta-bandara #transportasi-rel-bandara #konektivitas-bandara #commuter-line-bandara-soekarno-hatta #ka-bandara-yia #ka-srilelawangsa #minangkabau-ekspres

https://ekonomi.republika.co.id/berita/tf44pm416/kai-catat-32-juta-penumpang-gunakan-kereta-bandara-awal-2026