UEA Gagal Bujuk Arab Saudi dan Qatar untuk Perang Gabungan Keroyok Iran
UEA frustrasi dengan respons lemah negara-negara Teluk, dan puncaknya mereka keluar dari OPEC. Uni Emirat Arab (UEA) gagal meyakinkan Arab Saudi dan Qatar untuk... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 16/05/26 07:30 222214
ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) gagal meyakinkan Arab Saudi dan Qatar untuk melancarkan respons militer bersama terhadap serangan Iran di Teluk. Kegagalan lobi Abu Dhabi ini diungkap Bloomberg dalam laporannya yang ditebitkan pada hari Jumat.Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ) mengadakan serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin Teluk, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), tak lama setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
Teheran menanggapi dengan meluncurkan ribuan rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang jadi pangkalan militer AS. UEA, yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada tahun 2021 di bawah Abraham Accords, menanggung beban utama pembalasan tersebut dengan hampir 3.000 rudal dan drone menghantam negara itu.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan para pemimpin Teluk lainnya menolak permintaan Presiden Mohamed bin Zayed untuk serangan terkoordinasi Teluk terhadap Iran.
Laporan tersebut menggarisbawahi bagaimana perang terhadap Iran telah memperdalam ketegangan antara Arab Saudi dan UEA, alih-alih menyatukan rival Teluk di sekitar musuh bersama.
Sebelumnya muncul laporan bahwa Arab Saudi dan UEA melancarkan serangan balasan terhadap Iran, tetapi melakukannya secara independen.
Serangan Arab Saudi digambarkan oleh para analis sebagai serangan yang terukur, dan kerajaan tersebut dengan cepat beralih untuk mendukung upaya mediasi oleh sekutunya, Pakistan.
Sebaliknya, UEA menargetkan situs energi Iran. The Wall Street Journal melaporkan bahwa UEA menyerang Pulau Lavan Iran di Teluk pada awal April, sekitar waktu AS mengumumkan gencatan senjata.
Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas fasilitas tersebut selama berbulan-bulan, menandai eskalasi yang signifikan pada saat Presiden AS Donald Trump mempromosikan gencatan senjata.
UEA Babak Belur Diserang Iran
Sementara Arab Saudi memiliki jalur pipa Timur-Barat untuk mengekspor minyak melalui Laut Merah, UEA lebih terpapar serangan Iran. Perang tersebut juga telah merusak statusnya sebagai pusat pariwisata dan keuangan.
Abu Dhabi secara terbuka dan tertutup melobi AS untuk melanjutkan perangnya terhadap Iran dan mengajukan proposal yang gagal di PBB yang akan mengizinkan penggunaan kekuatan untuk menanggapi penguasaan baru Iran atas Selat Hormuz.
Penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, mengkritik keras Dewan Kerja Sama Teluk atas tanggapannya yang lemah terhadap serangan Iran. Frustrasi UEA terhadap negara-negara tetangganya di Teluk memuncak dengan keluarnya mereka dari kartel minyak OPEC pada bulan Mei.
Di tengah ketegangan dengan negara-negara tetangga di Teluk, UEA telah memperkuat hubungannya dengan Israel.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengatakan Israel mengirimkan baterai pertahanan udara Iron Dome, beserta tentara untuk mengoperasikannya, ke UEA untuk bertahan melawan serangan Iran.
“Israel baru saja mengirimkan baterai Iron Dome dan personel ke UEA untuk membantu mereka mengoperasikannya. Mengapa demikian? Karena ada hubungan luar biasa antara UEA dan Israel berdasarkan Abraham Accords,” kata Huckabee dalam sebuah acara di Tel Aviv awal bulan ini.
Namun, bahkan UEA pun tampak berhati-hati dalam mengakui kedekatannya dengan Israel. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pekan ini bahwa Netanyahu mengunjungi UEA selama perang melawan Iran, namun Abu Dhabi membantah kunjungan tersebut pernah terjadi.
(mas)
#uni-emirat-arab #arab-saudi #iran #perang-iran-vs-israel #perang-as-vs-iran