Masyarakat yang Ikut Judol, Tidak Boleh Terima Bansos
Pemerintah mencoret 11.000 penerima bansos yang terlibat judi online untuk memastikan bantuan tepat sasaran, menurut Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar.
(Bisnis.Com) 13/05/26 09:46 219823
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan pemerintah akan mencoret penerima bantuan sosial (bansos) yang terbukti menggunakan dana bantuan untuk aktivitas judi online atau judol
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam pengentasan kemiskinan sekaligus penertiban penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan jelang rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (12/5/2026).
Menjawab pertanyaan mengenai strategi pemerintah mengatasi persoalan kemiskinan yang turut dikaitkan dengan maraknya judi online, Cak Imin menegaskan penindakan terus dilakukan.
“Sampai hari ini terus kita atasi ya, langsung yang menggunakan bantuan sosial untuk judol langsung otomatis dicoret dari penerima bansos,” ujar Cak Imin.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai jumlah penerima bansos yang telah dicoret akibat terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online, dia menyebut data lengkap berada di Kementerian Sosial.
“Sudah, tapi di Kemensos lengkap,” kata Cak Imin.
Pemerintah Coret Nama Penjudi Online
Gus Ipul mengatakan bahwa pemerintah telah mencoret 11.000 keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos akibat terlibat dalam judi online (judol).
Hal itu disampaikan Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (12/5/2026) sebelum rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto terkait dengan program strategis yang ada di Kementerian Sosial (Kemensos).
"Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret [dari daftar penerima bansos] di triwulan pertama. Dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret," kata Gus Ipul.
Dia menjelaskan bahwa 11.000 lebih KPM itu dicoret karena terindikasi judol. Terdapat pula beberapa temuan dana bansos itu kemudian dimanfaatkan oleh orang lain.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memberikan informasi yang cukup baik terkait dengan pemanfaatan bansos untuk judol.
"Sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar. Ini pelajaran yang paling penting," katanya.
Kemensos pun menurutnya akan mencoba untuk menyerahkan data-data terbaru, hasil pemutakhiran dari Badan Pusat Statistik (BPS) kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan terkait pemanfaatan bansos untuk judol.
#bansos-judol #penerima-bansos #bantuan-sosial #judi-online #coret-penerima-bansos #pemerintah-bansos #bansos-tepat-sasaran #bansos-kemiskinan #bansos-judol-coret #bansos-judol-data #bansos-judol-kemen