Jemaah Haji Bisa Lapor Masalah Lewat Aplikasi Kawal Haji, Keluhan Dipantau Real Time

Jemaah Haji Bisa Lapor Masalah Lewat Aplikasi Kawal Haji, Keluhan Dipantau Real Time

Kementerian Haji dan Umrah RI meluncurkan aplikasi Kawal Haji untuk memantau dan menangani keluhan jemaah secara real-time, meningkatkan layanan haji 2026.

(Bisnis.Com) 12/05/26 18:20 219288

Bisnis.com, MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai memperkuat pengawasan layanan jemaah haji melalui transformasi digital berbasis data real time menjelang fase puncak haji 2026. Jemaah haji diimbau untuk tidak ragu melapor jika terdapat berbagai keluhan maupun persoalan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelayanan dan perlindungan jemaah berjalan lebih cepat, terukur, dan responsif. Penguatan sistem digital juga dilakukan di tengah meningkatnya jumlah jemaah yang tiba di Makkah serta semakin kompleksnya operasional layanan haji di lapangan.

“Transformasi digital ini tentu menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj untuk bisa memastikan bahwa pelayanan dan pelindungan kepada jemaah berjalan semakin cepat, terukur, dan lebih responsif,” ujarnya dalam konferensi pers operasional haji di Makkah, Selasa (12/5/2026).

Salah satu instrumen utama yang digunakan yakni aplikasi Kawal Haji. Platform tersebut disiapkan sebagai kanal pelaporan digital bagi jemaah dan petugas untuk menyampaikan berbagai kendala layanan selama berada di Tanah Suci.

“Salah satunya melalui Kawal Haji, sebuah aplikasi yang kemudian mudah diakses oleh jemaah maupun petugas untuk bisa menyampaikan laporan, kemudian informasi maupun kendala layanan selama berada di Tanah Suci,” kata Maria.

Melalui aplikasi Kawal Haji, setiap laporan jemaah dapat langsung dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan petugas di lapangan.

Selain aplikasi Kawal Haji, Kemenhaj juga memperkuat operasional Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Maria menjelaskan Command Center Haji digunakan untuk memantau pergerakan jemaah, data kloter, sektor, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga berbagai laporan lapangan yang membutuhkan penanganan cepat.

“Dengan sistem ini nanti pengawasan tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga berbasis data dan juga tentunya berbasis informasi yang terintegrasi dan real time,” ujarnya.

Menurut Maria, transformasi digital layanan haji bukan sekadar penggunaan aplikasi dan teknologi, melainkan perubahan pola kerja pengawasan agar lebih transparan dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan jemaah didengar, setiap dinamika di lapangan terpantau dan setiap petugas memiliki dukungan informasi yang memadai dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah,” katanya.

Oleh karena itu, Kemenhaj meminta jemaah aktif memanfaatkan kanal resmi apabila menemukan kendala terkait hotel, konsumsi, transportasi, kesehatan, maupun kebutuhan pendampingan lainnya.

Cara Membuat Laporan di Kawal Haji

  • Buka situs kawal.haji.go.id
  • Login dengan memasukkan nomor porsi jemaah haji dan nomor paspor
  • Klik menu "Buat Laporan"
  • Pilih kategori laporan
  • Tulis judul pengaduan
  • Tuliskan deskripsi dari pengaduan
  • Lampirkan foto bukti laporan (maksimal 5 foto)
  • Klik "Kirim Pengaduan"

Selain melalui aplikasi Kawal Haji, laporan juga dapat disampaikan kepada petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, hingga petugas sektor.

Maria menegaskan penguatan sistem pengawasan digital menjadi penting seiring meningkatnya jumlah jemaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji.

Hingga hari ke-22 operasional haji 2026, pemerintah mencatat sebanyak 359 kloter dengan 138.879 jemaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 273 kloter dengan 105.360 jemaah dan 1.092 petugas telah tiba di Makkah.

Adapun kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah telah mencapai 84 kloter dengan total 32.009 jemaah dan 337 petugas.

Maria mengatakan sistem pengawasan berbasis digital diharapkan mampu menjaga kualitas layanan di tengah tingginya mobilitas jemaah menjelang fase Armuzna.

“Tujuannya jelas yaitu memastikan setiap layanan kepada jemaah dapat langsung dipantau secara lebih dekat, setiap kendala dapat segera diketahui dan setiap respon dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

#aplikasi-kawal-haji #jemaah-haji #laporan-jemaah #transformasi-digital-haji #pengawasan-layanan-haji #kementerian-haji-umrah #command-center-haji #layanan-jemaah #kendala-layanan-haji #operasional-haj

https://kabar24.bisnis.com/read/20260512/15/1973318/jemaah-haji-bisa-lapor-masalah-lewat-aplikasi-kawal-haji-keluhan-dipantau-real-time