Indonesia Dinilai Punya Peluang Besar Kembangkan "Urban Air Mobility"

Indonesia Dinilai Punya Peluang Besar Kembangkan "Urban Air Mobility"

Mobilitas udara perkotaan atau urban air mobility (UAM) mengacu pada penggunaan pesawat kecil yang sangat otomatis untuk pengangkutan penumpang.

(Kompas.com) 12/05/26 17:56 219266

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder dan CEO Whitesky Group Denon Prawiraatmadja menegaskan pentingnya pengembangan Urban Air Mobility (UAM) sebagai bagian dari transformasi sistem transportasi nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi.

Hal tersebut disampaikan dalam forum Focus Group Discussion (FGD) mengenai pengembangan transportasi masa depan bersama President Intelligent Transport System Indonesia (ITS Indonesia), William Sabandar.

Mobilitas udara perkotaan atau urban air mobility (UAM) mengacu pada penggunaan pesawat kecil yang sangat otomatis untuk pengangkutan penumpang atau kargo pada ketinggian rendah di dalam wilayah perkotaan dan pinggiran kota.

PIXABAY/SYLVERE DURAND Ilustrasi helikopter.

Perkembangan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kemacetan lalu lintas.

Secara umum, istilah urban air mobility mengacu pada teknologi yang ada dan yang sedang berkembang seperti helikopter tradisional, pesawat lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL), pesawat lepas landas dan mendarat vertikal bertenaga listrik (eVTOL), hingga kendaraan udara tak berawak (UAV).

Denon menilai langkah pemerintah dalam mendorong transformasi infrastruktur, digitalisasi, dan konektivitas nasional membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat implementasi Urban Air Mobility.

Menurut dia, pengembangan UAM dapat menjadi bagian dari solusi mobilitas masa depan, khususnya dalam menjawab tantangan kepadatan perkotaan, konektivitas antarwilayah, serta efisiensi transportasi.

“Perubahan sistem transportasi tidak bisa hanya berfokus pada kebutuhan hari ini, tetapi juga harus mulai mempersiapkan kebutuhan mobilitas di masa depan,” ujar Denon Prawiraatmadja dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Peran ITS Indonesia

KOMPAS.com/ ELSA CATRIANA Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadjausai menghadiri Rapat Umum INACA di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Denon juga menegaskan, ITS Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat integrasi sistem transportasi nasional melalui pendekatan Intelligent Transport System yang sejalan dengan konsep UAM yang dikembangkan Whitesky Group.

Menurut dia, kolaborasi antara regulator, industri, dan organisasi seperti ITS Indonesia menjadi faktor penting dalam mempercepat kesiapan Indonesia menghadapi era transportasi berbasis teknologi.

“ITS Indonesia memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem transportasi masa depan. Apa yang dikembangkan ITS Indonesia sejalan dengan visi Urban Air Mobility yang kami dorong di Whitesky Group,” ungkap Denon.

Indonesia dinilai punya peluang besar

Denon juga optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri Urban Air Mobility di kawasan regional.

Ia menilai kekuatan Indonesia tidak hanya berada pada pasar yang besar, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun integrasi antarsektor dalam pengembangan teknologi transportasi.

Dalam forum tersebut, Denon turut menegaskan ITS Indonesia dan Whitesky Group dapat menjadi key enabler dalam mendukung pengembangan industri transportasi masa depan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#helikopter #kemacetan-lalu-lintas #transportasi #urban-air-mobility

https://money.kompas.com/read/2026/05/12/175600326/indonesia-dinilai-punya-peluang-besar-kembangkan-urban-air-mobility-