Beban Membengkak, EXCL Berbalik Rugi Rp716 Miliar
XLSMART mencatat rugi bersih Rp716,9 miliar pada kuartal I-2026 akibat kenaikan beban operasional, penyusutan, dan biaya keuangan.
(WE Finance) 12/05/26 17:18 219211
Warta Ekonomi, Jakarta -PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp716,93 miliar pada kuartal I-2026. Kinerja tersebut berbalik dari laba bersih Rp384,56 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya seiring lonjakan beban operasional dan biaya keuangan pascamerger perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan interim perseroan per 31 Maret 2026, pendapatan EXCL tercatat naik 37,4% secara tahunan menjadi Rp11,82 triliun dibandingkan Rp8,60 triliun pada kuartal I-2025.
Namun, total beban perseroan meningkat menjadi Rp11,71 triliun dari sebelumnya Rp7,24 triliun. Beban penyusutan menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp5,36 triliun, naik dibandingkan Rp2,87 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, beban infrastruktur meningkat menjadi Rp3,41 triliun dari Rp2,34 triliun. Beban interkoneksi dan beban langsung lainnya juga naik menjadi Rp1,17 triliun dari Rp949,96 miliar.
Perseroan turut mencatat kenaikan beban gaji dan kesejahteraan karyawan menjadi Rp877,42 miliar dibandingkan Rp514,94 miliar pada kuartal I-2025. Sementara beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp781,63 miliar dari Rp389,44 miliar.
Kenaikan beban juga terjadi pada sisi pembiayaan. Biaya keuangan EXCL tercatat sebesar Rp987,19 miliar, meningkat dibandingkan Rp775,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Akibat kenaikan beban tersebut, perseroan mencatat rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp917,38 miliar. Adapun rugi komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp691,49 miliar.
Meski mencatat rugi bersih secara akuntansi, perseroan melaporkan normalized EBITDA sebesar Rp5,43 triliun dengan margin EBITDA 46%. Sementara normalized profit after tax (PAT) tercatat Rp1,37 triliun atau tumbuh 254% secara tahunan.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman layanan 5G pascamerger.
“Fokus utama XLSMART saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G pelanggan di seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan setiap pelanggan dapat menikmati konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan seamless untuk mendukung kebutuhan digital yang terus berkembang,” ujar Rajeev dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).
Hingga akhir kuartal I-2026, XLSMART telah mengintegrasikan sekitar 40,3 ribu site jaringan serta menambah 4,9 ribu site baru. Perseroan juga menyelesaikan sekitar 77% target tower dismantling sebagai bagian dari sinergi dan efisiensi operasional pascamerger.
Trafik layanan data meningkat 36% secara tahunan menjadi 3.867 petabytes. Kontribusi layanan data dan digital mencapai 91,8% terhadap total pendapatan perseroan, didukung kenaikan blended average revenue per user (ARPU) menjadi Rp47,3 ribu.
Belanja modal atau capitalized capex EXCL hingga kuartal I-2026 tercatat Rp2,25 triliun yang difokuskan untuk integrasi jaringan, ekspansi 5G, modernisasi infrastruktur, dan peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Dari sisi neraca, total aset perseroan turun menjadi Rp111,85 triliun per akhir Maret 2026 dibandingkan Rp115,31 triliun pada akhir 2025. Sementara total ekuitas turun menjadi Rp29,31 triliun dari sebelumnya Rp30 triliun.
https://wartaekonomi.co.id/read611367/beban-membengkak-excl-berbalik-rugi-rp716-miliar