Bos BSI (BRIS) Beberkan Motor Penggerak Pertumbuhan Laba Kuartal I/2026
BSI (BRIS) mencatat laba bersih Rp2,20 triliun kuartal I/2026, tumbuh 17,10% YoY, didorong oleh pertumbuhan DPK 17,99% dan pembiayaan 14,39%.
(Bisnis.Com) 12/05/26 15:46 219108
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 17,10% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp2,20 triliun hingga akhir Maret 2026.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, kinerja positif pada awal 2026 ini didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,99% YoY, di atas rata-rata industri.
“Inilah salah satu penopang kami di mana dana pihak ketiga ini bertumbuh,” kata Anggoro dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I/2026 secara virtual, Selasa (12/5/2026).
Selain itu, realisasi pembiayaan perseroan pada periode ini turut berkontribusi positif terhadap perolehan laba BSI. Anggoro mengatakan, total pembiayaan BSI pada kuartal I/2026 mencapai Rp328,54 triliun, meningkat 14,39% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp287,21 triliun.
Dia menuturkan, segmen konsumer masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan perseroan, disusul segmen wholesale dan retail. Pembiayaan konsumer, termasuk pembiayaan emas, tercatat mencapai Rp154 triliun atau tumbuh 17,5% YoY.
“Jadi itu penopangnya, dari pertumbuhan dana pihak ketiga yang sehat, pembiayaan yang berkualitas dengan NPF yang terjaga, sehingga profit bisa 2,2 triliun di kuartal I/2026,” tuturnya.
Kinerja Keuangan
Hingga akhir Maret 2026, BSI membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2,20 triliun pada kuartal I/2026. Capaian itu tumbuh 17,10% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,87 triliun.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, perolehan laba bersih bank syariah terbesar di Indonesia ini didorong oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang meningkat sebesar 15,77% YoY, dari Rp4,77 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp5,52 triliun pada kuartal I/2026.
Selain itu, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi mencapai Rp918,58 miliar, meningkat 15,58% YoY dibandingkan posisi kuartal I/2025 yang sebesar Rp794,75 miliar.
Perseroan juga membukukan kinerja positif dari sisi laba operasional. Tercatat, laba operasional emiten bank dengan kode BRIS itu mengalami pertumbuhan sebesar 16,85% YoY menjadi Rp2,90 triliun. Pada kuartal I/2025, laba operasional BSI berada di posisi Rp2,48 triliun.
Kemudian, laba tahun berjalan sebelum pajak juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,77% YoY, mencapai Rp2,83 triliun hingga akhir Maret 2026, setelah pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp2,42 triliun.
Dari sisi fungsi intermediasi, bank yang dinakhodai Anggoro Eko Cahyo ini membukukan pembiayaan bagi hasil senilai Rp151,72 triliun atau meningkat 22,83% YoY pada kuartal I/2026. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan menyalurkan pembiayaan bagi hasil sebesar Rp123,52 triliun.
Adapun dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatatkan pertumbuhan, baik pada dana simpanan wadiah maupun dana investasi non profit sharing.
Perinciannya, dana simpanan wadiah tumbuh 18,72% YoY menjadi Rp89,01 triliun dan dana investasi non profit sharing meningkat 17,77% YoY menjadi Rp287,77 triliun hingga akhir Maret 2026.
#bsi-laba-2026 #pertumbuhan-laba-bsi #dana-pihak-ketiga-bsi #pembiayaan-bsi-2026 #kinerja-keuangan-bsi #laba-bersih-bsi #pendapatan-bsi-2026 #pembiayaan-konsumer-bsi #laba-operasional-bsi #pertumbuhan