Dunia Kehilangan 100 Juta Barel Minyak Tiap Minggu! Bos Aramco Bunyikan Peringatan Darurat

Dunia Kehilangan 100 Juta Barel Minyak Tiap Minggu! Bos Aramco Bunyikan Peringatan Darurat

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser baru saja merilis peringatan darurat yang menyebut bahwa pasar minyak global kehilangan pasokan raksasa sebesar 100 juta barel setiap... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 12/05/26 11:51 218829

JAKARTA - Kabar buruk kembali menghantam stabilitas ekonomi dunia. CEO Saudi Aramco , Amin Nasser baru saja merilis peringatan darurat yang menyebut bahwa pasar minyak global kehilangan pasokan raksasa sebesar 100 juta barel setiap minggunya.

Penyebabnya tak lain adalah masih tertutupnya Selat Hormuz akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Jika jalur nadi energi ini tidak segera dibuka, Nasser memprediksi pemulihan pasar minyak mentah dunia baru akan terjadi pada tahun 2027 mendatang-sebuah skenario yang bisa memicu resesi global jangka panjang.

Dunia Kehilangan 1 Miliar Barel: Krisis Energi Terparah dalam Sejarah

Dalam wawancaranya dengan Reuters, Nasser mengungkapkan bahwa dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak selama dua bulan terakhir. Angka ini setara dengan pengurasan stok energi dunia dalam skala yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Aramco Raup Cuan Rp561 Triliun! Terungkap Cara Cerdik Saudi Amankan Minyak Tanpa Selat Hormuz



Badan Energi Internasional (IEA) bahkan melabeli penutupan Selat Hormuz dan kerusakan infrastruktur regional saat ini sebagai gangguan pasar minyak terbesar sepanjang sejarah.

"Bahkan jika Selat Hormuz dibuka hari ini, pasar butuh waktu berbulan-bulan untuk kembali seimbang. Jika gangguan ini berlanjut beberapa minggu lagi, normalisasi mungkin tidak akan terjadi sebelum 2027," tegas Nasser.

Negara Teluk Lumpuh, Saudi Gunakan Jalur Tikus Kirim Minyak

Krisis ini memukul negara-negara Teluk dengan cara yang berbeda, dimana Irak, Kuwait, Qatar, dan Bahrain dilaporkan tidak memiliki rute ekspor alternatif selain Hormuz. Artinya, produksi minyak mereka benar-benar terkunci dan tidak bisa dijual ke pasar dunia.

Misi Tanker Hantu, Cara Nekat Uni Emirat Arab Selundupkan Minyak lewat Selat Hormuz



Sementara itu Saudi Aramco berhasil bertahan berkat manuver cerdik menggunakan Pipa Timur-Barat menuju Laut Merah. Meski telah dipaksa bekerja hingga kapasitas maksimal 7 juta barel per hari, angka ini hanya mampu menutupi 60% dari volume ekspor normal mereka.

Pipa alternatif yang dibangun buat Arab Saudi dan UEA hanya dapat menampung sekitar 3,5 hingga 5,5 juta barel per hari (bph). Kondisi ini masih meninggalkan lubang besar pada pasokan minyak Teluk yang tanpa tujuan, menurut laporan dari Universitas Oxford bulan lalu.

Harga Minyak Mendidih usai Trump Tolak Tawaran Iran

Harapan publik agar harga BBM turun kembali kandas. Harga minyak mentah dunia kembali meroket setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak tawaran balasan dari Iran. Penolakan ini memicu kekhawatiran akan adanya eskalasi militer baru.

Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan global, melonjak hingga USD103,1 per barel. Sedangkan US West Texas Intermediate (WTI) berada pada posisi USD97 per barel atau naik 1,6% dari sesi sebelumnya.

"Semakin lama Selat Hormuz tertutup, pasar akan semakin ketat. Harga tinggi yang berkelanjutan ini menghantui aktivitas ekonomi global dan memicu ancaman kehancuran permintaan," ujar Nikos Tzabouras, analis pasar senior dari Tradu.com.

Tzabouras mencatat, bahwa lonjakan harga minyak yang berkepanjangan bukan tanpa konsekuensi, karena "harga tinggi yang berkelanjutan bakal membebani aktivitas ekonomi global dan meningkatkan bayangan penurunan permintaan."

Aramco Raup Untung di Tengah Perang AS versus Iran

Aramco melaporkan lonjakan laba bersih yang disesuaikan sebesar 26% secara tahunan untuk kuartal pertama tahun 2026 menjadi USD33,6 miliar. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan analis sebesar USD26,6 miliar, menurut laporan keuangan yang dirilis pada hari Minggu, lalu.

Setelah penutupan efektif Selat Hormuz, perusahaan mengalihkan ekspornya melalui Jalur Pipa East-West, yang menghubungkan ladang minyak langsung ke Laut Merah. Aramco mendorong jalur pipa tersebut ke kapasitas maksimum 7 juta bph, mengembalikan ekspor sekitar 60% dari sebelum konflik pada akhir Maret.

"Harga minyak yang lebih tinggi jelas mendukung pendapatan, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil ini, tetapi volume ekspor tetap terbatas secara signifikan," kata Josh Gilbert, analis pasar di eToro.

Ia menambahkan bahwa krisis yang lebih luas "jauh dari kata selesai."

Sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia, produsen yang dikendalikan negara terus memainkan peran penting dalam pasokan global, mengirim jutaan barel setiap hari ke pasar di Asia, Eropa, dan sekitarnya.
(akr)

#saudi-aramco #minyak-mentah-crude #harga-minyak-mentah #krisis-energi #permintaan-minyak-dunia

https://ekbis.sindonews.com/read/1705949/34/dunia-kehilangan-100-juta-barel-minyak-tiap-minggu-bos-aramco-bunyikan-peringatan-darurat-1778558712