Futura (FUTR) Panen Cuan dari Bisnis EBT, Laba Melejit 444%!
PT Futura Energy Global Tbk. (FUTR) mencatat lonjakan laba bersih 444% di 2025, didorong transisi ke bisnis energi baru terbarukan (EBT) dan migas.
(Bisnis.Com) 30/10/25 16:22 21736
Bisnis.com, JAKARTA – PT Futura Energy Global Tbk. (FUTR) membukukan kinerja yang solid sepanjang Januari-September 2025. Kinerja ini didorong oleh performa bisnis baru perseroan yang transisi ke sektor minyak dan gas (migas) dan energi baru terbarukan (EBT).
Saat ini, perseroan memiliki dua sektor bisnis utama. Yaitu sektor migas dan jasa energi yang meliputi energi terbarukan, jasa migas, dan penyediaan logistik. Selain itu, ada jasa lainnya berupa digital media & marketing.
Berdasarkan laporan keuangan, laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih FUTR mencapai Rp3,70 miliar. Angka tersebut melonjak 444,73% dibanding laba bersih perseroan pada periode yang sama di 2024 sebesar Rp680,09 juta.
Padahal, dari sisi top line pendapatan usaha perseroan dalam periode tersebut susut cukup dalam, mencapai 46,51% year on year (YoY) dari Rp63,45 miliar menjadi Rp33,94 miliar.
Namun, Futura Energy Global mampu merampingkan beban pokok pendapatan dari Rp54,85 miliar menjadi Rp22,17 miliar. Angka ini terpangkas 59,59% secara YoY.
Adapun, pendapatan dari segmen perdagangan dan jasa penunjang konstruksi selama kuartal III/2025 mencapai Rp31,95 miliar. Dalam periode sebelumnya, pos pendapatan ini belum tercatat.
Sementara itu, segmen konsultasi, periklanan, gudang kreatif dan lainnya menyumbang pendapatan sebesar Rp2,27 miliar selama kuartal III/2025. Angka ini menyusut 96,41% dibanding Rp63,48 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Dari sisi beban pokok pendapatan di tiap segmen itu, tercatat beban dari pendapatan perdagangan dan jasa penunjang konstruksi mencapai Rp13,27 miliar. Sedangkan, beban pokok pendapatan dari konsultasi, periklanan, gudang kreatif dan lainnya mencapai Rp4,59 miliar, atau menyusut 90,01% secara tahunan.
Sebagaimana diketahui, perseroan mengumumkan perubahan nama dari yang sebelumnya PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk. sejak 25 Februari 2025. Perubahan nama ini sekaligus menjadi dimulainya era transisi ke bisnis migas dan EBT.
Pada Agustus 2025 lalu, PT Futura Energy Global mengumumkan rencana strategis jangka panjang 2025-2030, termasuk ekspansi proyek hijau berkapasitas 100 megawatt (MW).
Kemudian, pada 9 September 2025 perseroan resmi diakuisisi oleh PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara). Ardhantara mencaplok 45% atau sekitar 2,29 miliar saham dari PT Digital Futurama Global selaku pemegang saham pengendali sebelumnya dengan harga Rp11 per saham.
Sebelumnya, Direktur Utama FUTR Tonny Agus Mulyantono menjelaskan bahwa Ardhantara sebagai pengendali baru berencana mengembangkan bisnis perseroan di sektor energi, khususnya EBT, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional.
“PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara) sebagai pengendali baru Perseroan berencana akan lebih mengembangkan bisnis Perseroan dalam bidang energi, khususnya EBT. Perseroan akan diarahkan sebagai holding energi hijau yang akan memayungi proyek-proyek energi,” ujar Tonny dalam keterbukaan informasi, Selasa (7/10/2025).
Sebagai bentuk komitmen atas arah bisnis baru ini, Ardhantara berencana melaksanakan rights issue dengan memasukkan aset-aset berbasis energi sebagai anak usaha FUTR. Tonny menyebut, proyek konsesi geothermal di Gunung Slamet telah memasuki tahap eksplorasi aktif dengan investasi awal mencapai lebih dari US$85 juta atau setara Rp1,5 triliun.
“Untuk proyek konsesi Geothermal di Gunung Slamet, pengendali perseroan melalui anak usahanya telah memasuki tahap eksplorasi aktif, dengan kegiatan geosurvey, pengeboran sumur eksplorasi tahap awal, dan pembangunan akses infrastruktur utama dengan investasi awal ini memiliki nilai lebih dari US$85 juta atau setara Rp1,5 triliun,” ujarnya.
Adapun di lantai bursa, harga FUTR pada perdagangan intraday hari ini, Kamis (30/10/2025) pukul 15.53 WIB menguat 1,45% ke Rp700. Level harga tersebut mencerminkan pertumbuhan 369,80% secara year to date (YtD).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#futura-energy #futr #bisnis-ebt #laba-futr #energi-terbarukan #sektor-migas #jasa-energi #pendapatan-futr #saham-futr #ardhantara #proyek-hijau #konsesi-geothermal #energi-hijau #investasi-futr #harga