Aramco Raup Cuan Rp561 Triliun! Terungkap Cara Cerdik Saudi Amankan Minyak Tanpa Selat Hormuz

Aramco Raup Cuan Rp561 Triliun! Terungkap Cara Cerdik Saudi Amankan Minyak Tanpa Selat Hormuz

Di tengah perang yang berkecamuk yang melumpuhkan Selat Hormuz, raksasa minyak dunia Saudi Aramco justru mencatatkan lonjakan laba yang fantastis. Di tengah perang... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 11/05/26 07:39 217311

JAKARTA - Di tengah perang yang berkecamuk yang melumpuhkan Selat Hormuz , raksasa minyak dunia Saudi Aramco justru mencatatkan lonjakan laba yang fantastis. Perusahaan pelat merah Arab Saudi ini melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 25% pada kuartal pertama 2026.

Hal ini membuktikan bahwa mereka punya \'jalan tikus\' rahasia untuk menghindari zona perang. Laba Aramco melesat hingga USD32,5 miliar atau sekitar Rp561 triliun (dengan kurs Rp17.264 per USD) untuk periode yang berakhir 31 Maret. Lonjakan ini terjadi tepat saat dunia sedang tercekik oleh gangguan pasokan energi dan melambungnya harga minyak mentah global akibat perang AS bersama Israel melawan Iran.

Strategi Jalur Belakang Lewat Laut Merah

Keberhasilan Aramco ini bukan sekadar keberuntungan. Saat Iran secara efektif menguasai Selat Hormuz-jalur nadi yang biasanya dilalui 20% minyak dunia-Aramco melakukan manuver strategis dengan mengalihkan ekspor mereka. CEO Aramco, Amin Nasser mengungkapkan, bahwa pihaknya memaksimalkan penggunaan Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline).

Arab Saudi Penyelamat Dunia dari Kiamat Minyak? Pipa Raksasa Bypass Selat Hormuz Pompa 7 Juta Barel



Jalur pipa raksasa ini membentang membelah daratan Arab Saudi, menyalurkan minyak langsung dari ladang timur ke Laut Merah, sehingga kapal-kapal tanker tidak perlu lagi bertaruh nyawa melewati Selat Hormuz yang sedang diblokade.

"Pipa Timur-Barat kami sekarang beroperasi pada kapasitas maksimum sebesar 7 juta barel per hari," ujar Nasser.

"Langkah ini membantu memitigasi dampak guncangan energi global dan memberikan kelegaan bagi para pelanggan kami," bebernya.

Harga Minyak Dunia Tetap Mendidih

Meski Saudi berhasil mengalihkan sebagian ekspornya, pasar dunia masih tetap tegang. Pada hari Minggu, harga minyak mentah Brent kembali naik 2,58% menjadi USD103,91 per barel.

Serangan Iran Pangkas Produksi Minyak Saudi 600.000 Barel per Hari



Harga ini memang masih di bawah level tertinggi saat perang yang sempat menyentuh USD119, namun tetap jauh lebih mahal dibandingkan harga normal di kisaran USD70 sebelum perang pecah pada akhir Februari lalu. Nasser memperingatkan, bahwa peristiwa baru-baru ini adalah pengingat keras bahwa pasokan energi yang andal adalah kunci ekonomi global.

"Keamanan energi sangat krusial, dan Aramco fokus memanfaatkan infrastruktur domestik serta jaringan global kami untuk menavigasi disrupsi ini," tambahnya.
(akr)

#saudi-aramco #arab-saudi #selat-hormuz #harga-minyak-mentah #perang-as-vs-iran

https://ekbis.sindonews.com/read/1705405/34/aramco-raup-cuan-rp561-triliun-terungkap-cara-cerdik-saudi-amankan-minyak-tanpa-selat-hormuz-1778457914