IRGC: Situs Militer AS Akan Diserang Jika Amerika Serang Kapal Iran!
Setiap serangan terhadap kapal tanker dan kapal komersial Iran akan mengakibatkan serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat Amerika di kawasan ini dan kapal-kapal... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 10/05/26 11:01 216904
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam akan menyerang situs militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika Amerika menyerang kapal tanker Teheran. Ancaman ini dilontarkan pada hari Sabtu ketika Washington menunggu respons Teheran terkait posisi negosiasi terbarunya."Setiap serangan terhadap kapal tanker dan kapal komersial Iran akan mengakibatkan serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat Amerika di kawasan ini dan kapal-kapal musuh," kata IRGC, sehari setelah serangan AS terhadap dua kapal tanker Iran di Teluk Oman.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa dia mengharapkan respons Iran terhadap proposal kesepakatan perdamaian terbaru Washington.
Jika Teheran memberikan respons, itu akan dikirim kepada mediator Pakistan, dan tidak ada tanda-tanda itu terjadi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mempertanyakan keandalan kepemimpinan AS.
"Peningkatan ketegangan baru-baru ini oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan berbagai tindakan mereka yang melanggar gencatan senjata telah menambah kecurigaan tentang motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi," katanya dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari Turki, sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA, Minggu (10/5/2026).
Pada hari Jumat, sebuah jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran yang dituduh Washington menantang blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran. Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada media lokal bahwa Angkatan Laut Teheran telah membalas dengan serangan rudal dan drone.
Insiden itu terjadi setelah peningkatan ketegangan lain pada malam sebelumnya di Selat Hormuz, jalur laut internasional vital yang ingin dikendalikan Iran untuk memungut bea dan menggunakan pengaruh ekonomi atas Amerika Serikat dan sekutunya.
AS mengatakan tidak dapat diterima bagi Teheran untuk mengendalikan jalur minyak utama tersebut.
Washington telah mengirimkan proposal kepada Iran, melalui mediator Pakistan, untuk memperpanjang gencatan senjata di Teluk guna memungkinkan pembicaraan tentang penyelesaian akhir perang, yang diluncurkan 10 minggu lalu dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.
Seorang reporter untuk stasiun televisi Prancis LCI, Margot Haddad, melaporkan pada hari Sabtu bahwa Trump telah mengatakan kepadanya dalam sebuah wawancara singkat bahwa dia masih mengharapkan untuk mengetahui jawaban Iran "segera".
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Jumat bahwa proposal AS tersebut masih dalam peninjauan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu dengan pemimpin Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, perantara utama bagi Washington dalam dialog dengan Iran, pada hari Sabtu. "Membahas koordinasi erat yang berkelanjutan untuk mencegah ancaman dan mempromosikan stabilitas dan keamanan di seluruh Timur Tengah," kata Departemen Luar Negeri AS.
Sehari sebelumnya, Al Thani bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance untuk membahas upaya yang dipimpin Pakistan untuk menengahi perdamaian permanen.
Iran telah menyerang situs-situs di Qatar selama perang, menunjuk pada peran emirat kaya tersebut sebagai tuan rumah pangkalan udara utama AS.
Sementara itu, citra satelit menunjukkan tumpahan minyak yang tampak menyebar di lepas pantai Pulau Kharg Iran, terminal ekspor minyak utama bagi Republik Islam Iran.
Belum jelas apa penyebab tumpahan tersebut, yang berada di lepas pantai barat pulau dan tampaknya meliputi lebih dari 20 mil persegi (52 kilometer persegi), menurut pemantau global Orbital EOS.
Sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Inggris, Conflict and Environment Observatory, mengatakan kepada AFP bahwa pada hari Sabtu tumpahan tersebut "jauh berkurang", dan mungkin disebabkan oleh kebocoran infrastruktur minyak.
Pulau Kharg merupakan jantung industri ekspor minyak Iran, tulang punggung perekonomiannya yang terpuruk, dan terletak di Teluk Persia jauh di utara Selat Hormuz yang sempit.
Setelah dimulainya perang pada 28 Februari, Iran sebagian besar menutup selat tersebut, menyebabkan kekacauan di pasar global dan menaikkan harga minyak.
AS kemudian memberlakukan blokade sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tanggapan, dan Trump pekan ini menghentikan operasi Angkatan Laut AS yang berumur pendek—Project Freedom—untuk membuka kembali selat tersebut bagi pelayaran komersial.
(mas)
#irgc #iran #amerika-serikat #perang-as-vs-iran #perang-iran-vs-israel