Innalillahi, 20 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi, 1 Meninggal sebelum Terbang
Sebanyak 20 jemaah haji Indonesia meninggal di Arab Saudi, sebagian besar akibat serangan jantung dan radang paru-paru. Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kesehatan.
(Bisnis.Com) 09/05/26 15:52 216495
Bisnis.com, MAKKAH — Sebanyak 20 jemaah haji Indonesia dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi. Terdapat juga satu jemaah haji yang wafat sebelum terbang ke Tanah Suci.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha menjelaskan bahwa pada Jumat (8/5/2026) terdapat empat jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci, mereka adalah Ngadikin Harjowiyono (56) dari Kulon Progo, Sibiatun Saji (72) dari Lamongan, Munisah Ijil Muhammad (87) dari Lombok Tengah, dan Siti Totou Umar (67) dari Ternate.
"Dengan demikian, jumlah jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini sebanyak 20 orang," ujar Ichsan dalam konferensi pers di Makkah, Arab Saudi pada Sabtu (9/5/2026).
Kemenhaj juga menerima laporan bahwa terdapat satu jemaah haji yang wafat di dalam negeri, yaitu Sutrisno Agus Widodo, jemaah laki-laki kloter SOC 46 asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Almarhum mengalami kondisi sakit saat dalam penerbangan dari Solo menuju Arab Saudi, tetapi pesawat melakukan technical landing dengan mendarat Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Jemaah kemudian dirujuk ke RS Amri Tambunan, Deli Serdang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, jemaah tidak tertolong sehingga meninggal dunia.
"Jenazah telah dilakukan pemulasaraan dan dipulangkan ke Embarkasi Solo oleh pihak maskapai," ujar Ichsan
Kemenhaj menyampaikan duka cita yang mendalam atas para jemaah haji yang wafat dalam ibadahnya. Seluruh unsur Kemenhaj mendo\'akan almarhum dan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Kematian Dipicu Serangan Jantung dan Radang Paru-Paru
Ichsan menjelaskan bahwa sebagian besar jemaah haji Indonesia yang wafat saat beribadah di Tanah Suci karena serangan jantung dan radang paru-paru. Dia pun mengimbau agar para jemaah selalu menjaga kesehatan, tidak beraktivitas yang bisa menyebabkan kelelahan, lalu menggunakan berbagai alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.
"Penyebab wafat yang paling banyak tercatat hingga saat ini adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru," ujar Ichsan.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjamin pelaksanaan badal haji bagi jemaah yang wafat.
Secara kumulatif, hingga Jumat (8/6/2026), terdapat 170 jemaah haji yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 352 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Adapun, jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit tercatat sebanyak 77 orang.
Ichsan memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal, baik di tingkat kloter, sektor, hingga fasilitas rujukan.
Sebagai informasi, prakiraan cuaca Makkah hari ini, Sabtu (8/5/2026), paling tinggi mencapai 41 derajat celcius. Jemaah haji Indonesia diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, terutama ketika masa penyesuaian dengan perbedaan suhu di Arab Saudi dan Indonesia.
Berdasarkan data Early Warning System (EWS) yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah dengan mengacu pada AccuWeather, suhu udara di Makkah pada Sabtu (9/5/2026) pagi waktu Arab Saudi berada di kisaran 28°C, lalu suhu naik pada siang hari hingga mencapai 41°C.
Pada sore hari, suhu sedikit menurun ke kisaran 37°C sebelum kembali pada malam hari di sekitar 34°C.
Imbauan bagi Jemaah Haji saat Cuaca Capai 41 Derajat Celcius
Kemenhaj mengimbau jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas.
Jemaah lanjut usia dan yang memiliki komorbid disarankan melaksanakan ibadah di hotel untuk menghindari paparan panas berlebih. Selain itu, penggunaan pelembap kulit dan wajah dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh.
Langkah ini dinilai penting guna mencegah gangguan kesehatan seperti dehidrasi dan kelelahan akibat panas selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Berikut sejumlah imbauan bagi jemaah haji Indonesia pada hari Salat Jumat pertama di Makkah:
- Lansia dan jemaah haji yang memiliki penyakit komorbid agar melaksanakan salat di hotel
- Gunakan pelembab kulit dan wajah
- Gunakan masker saat di luar ruangan
- Jika jemaah haji akan pergi keluar, wajib menggunakan alas kaki, masker, payung, dan pelindung diri lainnya.
- Semprotkan air ke kulit dan masker untuk melembabkan kulit wajah
- Minum air putih atau air zamzam 200 mililiter per jam, segera minum tanpa menunggu haus. Air dapat dicampur oralit.
#jemaah-haji #wafat-di-arab-saudi #jemaah-haji-indonesia #kematian-jemaah-haji #serangan-jantung-haji #radang-paru-paru-haji #kesehatan-jemaah-haji #cuaca-makkah #suhu-makkah #imbauan-jemaah-haji #peli