Finnet Incar Pasar Pekerja Migran, Andalkan Remitansi Digital

Finnet Incar Pasar Pekerja Migran, Andalkan Remitansi Digital

PT Finnet Indonesia menargetkan pasar pekerja migran Indonesia dengan memperkuat ekosistem pembayaran digital dan layanan remitansi melalui Finpay, berkolaborasi dengan KP2MI dan MIMS.

(Bisnis.Com) 08/05/26 14:15 215580

Bisnis.com, JAKARTA — PT Finnet Indonesia membidik pasar pekerja migran Indonesia (PMI) melalui penguatan ekosistem pembayaran digital terintegrasi, termasuk kebutuhan remitansi.

PT Finnet Indonesia (Finnet) adalah entitas perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melalui TelkomMetra, yang bergerak di bidang financial technology (fintech).

Direktur Utama Finnet Rakhmad Tunggal Afifudin menyampaikan, pengembangan layanan remitansi digital melalui umbrella brand Finpay untuk menjawab tantangan akses layanan keuangan yang selama ini dihadapi PMI.

Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi pekerja migran pada 2025 mencapai Rp288 triliun atau naik 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di sisi lain, terdapat sekitar 5,2 juta pekerja migran Indonesia yang tersebar di berbagai negara, tetapi sebagian masih menghadapi kendala akses layanan perbankan akibat prosedur rumit dan biaya remitansi yang tinggi.

“Finnet terus mengembangkan ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan inklusif untuk mempermudah Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya dalam mengakses layanan keuangan secara aman dan efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Finnet sebelumnya telah merintis layanan dompet digital khusus pekerja migran melalui platform Maripay pada 2022 yang kini terintegrasi dalam layanan Finpay.

Saat ini, Finpay telah bekerja sama dengan perusahaan remitansi di tujuh negara untuk melayani pengiriman uang PMI ke Indonesia. Selain itu, layanan tersebut juga terkoneksi dengan 122 biller, 90 bank, 100.000 outlet, serta lebih dari 800 merchant online.

Perseroan juga memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui kerja sama bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Kolaborasi tersebut mencakup integrasi infrastruktur pembayaran digital guna meningkatkan keamanan dan transparansi remitansi PMI.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan kolaborasi dengan Finnet diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan pekerja migran.

“Dengan menggandeng Finnet, proses remitansi Pekerja Migran Indonesia kepada keluarga di tanah air dapat menjadi lebih mudah, aman, dan efisien,” katanya.

Selain menggandeng KP2MI, Finnet juga bekerja sama dengan Koperasi Migran Indonesia Makmur Sejahtera (MIMS) melalui penyediaan layanan payment gateway, transfer dana, co-brand uang elektronik, sistem kasir, hingga PPOB mitra Finpay.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian finansial anggota koperasi pekerja migran pertama di Indonesia itu.

#finnet #pekerja-migran #remitansi-digital #ekosistem-pembayaran #fintech-indonesia #layanan-keuangan #finpay #dompet-digital #maripay #pengiriman-uang #inklusi-keuangan #payment-gateway #transfer-dana

https://finansial.bisnis.com/read/20260508/563/1972383/finnet-incar-pasar-pekerja-migran-andalkan-remitansi-digital