Purbaya Beri Sinyal Bakal Ada Stimulus Ekonomi Baru pada Kuartal II 2026
Pemerintah memberi sinyal stimulus ekonomi baru pada kuartal II 2026 demi menjaga pertumbuhan di tengah tekanan global.
(Kompas.com) 07/05/26 18:52 214700
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal pemerintah akan menggelontorkan stimulus ekonomi tambahan pada kuartal II 2026.
Purbaya mengatakan, tambahan stimulus masih dibutuhkan untuk menopang ekonomi domestik di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda.
“Dan kelihatannya pemerintah juga akan masih memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian di triwulan kedua tahun 2026 ini,” kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Purbaya menjelaskan, stimulus tetap disiapkan meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen.
Namun, dia belum merinci bentuk stimulus yang akan diberikan pemerintah pada kuartal II 2026.
Menurut dia, stimulus tersebut akan diarahkan untuk mendukung percepatan program strategis pemerintah, memperkuat investasi, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.
Purbaya juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 tetap mampu mendekati 6 persen meski dibayangi ketidakpastian global.
Tekanan global tersebut berasal dari eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga energi dunia.
Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama menjaga daya tahan ekonomi domestik di tengah volatilitas pasar keuangan global.
“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 5,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun,” jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan stimulus ekonomi pada kuartal I 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan berbagai insentif transportasi di Stasiun Gambir pada Selasa (10/2/2026).
Paket stimulus tersebut mencakup diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta potongan harga tiket pesawat sebesar 17 persen hingga 18 persen.
“Kemudian terkait dengan pesawat yang 17-18 persen, yang tahun lalu sekitar 11 persen. Kemudian diskon tarif tol. Estimasi anggarannya secara keseluruhan adalah Rp 911,16 miliar di mana APBNnya Rp 639,86 miliar dan non-APBN Rp271,5 miliar,” jelas Airlangga.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.
Airlangga mengatakan, bantuan pangan diberikan kepada keluarga penerima manfaat.
“Terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat atau desil 1-4 dengan anggaran Rp 11,92 triliun. Nah ini pemda dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang