Pakar AI Cahyadi Setiawan Ingatkan Mahasiswa Gunakan AI secara Bijak, Bisa Cari Cuan
Perkembangan tekonologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin memudahkan kebutuhan manusia. Namun tetap saja kemajuan teknologi ini memiliki... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 07/05/26 11:06 214051
PURWOKERTO - Perkembangan tekonologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin memudahkan kebutuhan manusia. Namun tetap saja kemajuan teknologi ini memiliki dampak positif dan juga negatif.Di mana teknologi AI harus digunakan dengan bijak agar bermanfaat dan tidak merugikan. Hal itu disampaikan pakar AI, Cahyadi Setiawan dalam sesi Autotech di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Kamis (7/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Cahyadi menekankan pentingnya penggunaan AI yang bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. Ia menyebut teknologi AI juga tetap harus memperhatikan etika dan orisinalitas karya.
“AI itu harus bermanfaat untuk orang banyak, tidak merugikan orang lain, dan karyanya orisinal,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk menggali potensi AI karena hidup di era teknologi yang semakin maju. Ia juga mengingatkan agar AI tidak digunakan untuk hal negatif seperti manipulasi wajah atau konten yang melanggar etika digital.
Namun Cahyadi menilai AI justru bisa menjadi peluang baru bagi mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas. Bahkan juga bisa mengahasilkan pendapatan.
“Handphone sekarang bisa dipakai menghasilkan cuan dari mobile AI,” ucapnya.
Lebih jauh Cahyadi juga membahas soal isu di mana AI disebut-sebut dapat menggantikan pekerjaan manusia di masa depan. Menurut Cahyadi, AI hanyalah alat, sementara manusia tetap menjadi pihak yang menentukan arah penggunaannya.
Sehingga Cahyadi menegaskan bahwa AI bukanlah penentu. Ia justru mendukung para mahasiswa untuk bisa beradaptasi dan menggunakan AI untuk memudahkan pekerjaan.
“AI bukan penentu, tapi kita yang menentukan kebijakannya. Kalau orang ahli menggunakan AI, biasanya punya credit point lebih di perusahaan,” pungkasnya.
(nnz)
#artificial-intelligence-ai #kecerdasan-buatan #konten-kreator #konten