Sambut Baik POJK 36/2025 Soal Asuransi Kesehatan, Sinar Mas Siapkan Hal Ini
PT Asuransi Sinar Mas menyambut POJK 36/2025, fokus pada penguatan kapabilitas internal, pembentukan Medical Advisory Board, dan sistem digital terintegrasi.
(Bisnis.Com) 06/05/26 14:04 213032
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Sinar Mas (ASM) menyambut baik penerbitan POJK No. 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola dan keberlanjutan industri asuransi kesehatan.
Direktur Asuransi Sinar Mas, Dumasi M. M. Samosir mengungkapkan dalam implementasinya, saat ini perusahaan fokus pada penguatan kapabilitas internal.
Fokus itu mencakup mempersiapkan pembentukan Medical Advisory Board (MAB) guna memperkuat aspek medical governance dan memastikan kualitas serta kewajaran tindakan medis.
“Dan mengembangkan sistem digital yang terintegrasi dengan rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi proses klaim, transparansi, serta mendukung pengendalian biaya medis,” kata Dumasi kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (6/5/2026).
Mengenai skema risk sharing, katanya, perusahaan melihat ketentuan tersebut dalam POJK bersifat tidak wajib. Dengan demikian, implementasinya akan disesuaikan dengan demand dan model bisnis yang tepat.
Sementara itu, untuk skema koordinasi manfaat atau Coordination of Benefit (CoB) antara Asuransi Kesehatan Tambahan dan BPJS Kesehatan (KAPJ), masih dalam tahap pembahasan dan penyelarasan antara pihak terkait.
“Jadi, kami memandang bahwa POJK ini tetap memberikan arah yang positif bagi industri dalam jangka menengah hingga panjang, khususnya dalam mendorong penguatan tata kelola, transparansi, dan pengendalian biaya medis,” tegas Dumasi.
Namun demikian, imbuhnya, untuk dapat menahan laju klaim secara lebih signifikan juga diperlukan dukungan kebijakan yang lebih luas, antara lain terkait standarisasi clinical pathway serta pengendalian dan standarisasi tarif atau biaya layanan kesehatan.
“Dampaknya terhadap penahanan laju klaim akan lebih terasa secara bertahap seiring kesiapan ekosistem,” sebutnya.
Di sisi lain, Dumasi mengungkapkan berdasarkan kinerja terbaru, lini bisnis asuransi kesehatan masih mencatatkan underwriting surplus yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa asuransi kesehatan masih memberikan kontribusi laba yang cukup baik bagi perusahaan.
“Kami sejak dulu memandang bahwa profitabilitas bisnis asuransi kesehatan menuntut pengelolaan yang lebih hati-hati, terutama dalam mengendalikan biaya medis dan menjaga kualitas portofolio. Itu sebabnya kami sangat selektif dalam memilih calon tertanggung perusahaan,” ungkapnya.
Adapun, empat alasan yang membuat perusahaan tetap memasarkan produk asuransi kesehatan adalah pertama, produk ini merupakan kebutuhan dasar (essential product) dengan permintaan yang terus meningkat. Kedua, memberikan kontribusi laba yang baik bagi perusahaan, yang didukung oleh pengelolaan bisnis yang disiplin dan konsisten.
Ketiga, menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang pengembangan ekosistem layanan kesehatan. Keempat, memberikan peluang untuk menciptakan nilai tambah berbasis layanan, termasuk peningkatan kualitas layanan kepada peserta dan efisiensi proses klaim.
“Ke depan, perusahaan akan terus fokus pada keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas, sehingga bisnis asuransi kesehatan dapat tetap berkelanjutan di tengah dinamika kenaikan biaya klaim,” tutupnya.
#pojk-36-2025 #asuransi-kesehatan #sinar-mas #penguatan-ekosistem #tata-kelola-asuransi #medical-advisory-board #sistem-digital-terintegrasi #efisiensi-proses-klaim #risk-sharing #coordination-of-benef