Ekspor Riau Capai US$5,27 Miliar pada Triwulan I/2026, Surplus Perdagangan Tembus US$4,36 Miliar
Ekspor Riau mencapai US$5,27 miliar pada Q1 2026, surplus US$4,36 miliar. Pertumbuhan didorong sektor nonmigas, meski ekspor migas turun 51,02%.
(Bisnis.Com) 06/05/26 00:10 212458
Bisnis.com, PEKANBARU - Nilai ekspor Provinsi Riau sepanjang Januari-Maret 2026 tercatat sebesar US$5,27 miliar atau tumbuh 1,58% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sejalan dengan itu, neraca perdagangan Riau masih mencatatkan surplus signifikan sebesar US$4,36 miliar pada triwulan I/2026, yang ditopang oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$4,23 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekspor tersebut terutama didorong oleh kinerja sektor nonmigas.
“Peningkatan ekspor Januari-Maret 2026 dibanding periode tahun lalu disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 5,80 persen,” katanya, Senin (4/5/2026).
Namun demikian, ia menambahkan bahwa kinerja ekspor migas justru mengalami penurunan cukup dalam. “Sementara ekspor migas turun 51,02 persen, terutama karena menurunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak dan minyak mentah,” katanya.
Secara kumulatif (year-to-date/ytd), nilai ekspor nonmigas Riau mencapai US$5,09 miliar atau tumbuh 5,80% (yoy). Sebaliknya, ekspor migas turun tajam menjadi US$189,02 juta atau terkontraksi 51,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Maret 2026, total ekspor Riau tercatat sebesar US$1,59 miliar atau turun 14,21% (yoy) dan turun 13,70% dibanding Februari 2026 (mtm). Penurunan terjadi baik pada migas maupun nonmigas, masing-masing turun 29,36% dan 12,93% (yoy).
Dari sisi komoditas, struktur ekspor Riau masih didominasi oleh kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), termasuk crude palm oil (CPO) dan turunannya. Sepanjang Januari-Maret 2026, nilai ekspor kelompok ini mencapai US$3,06 miliar atau berkontribusi sekitar 60,13% terhadap total ekspor nonmigas.
Selain itu, sejumlah komoditas juga mencatatkan pertumbuhan, antara lain bahan kimia organik yang naik 63,58%, serta berbagai makanan olahan dan ampas industri makanan yang masing-masing meningkat 21,08% dan 23,44% (ytd).
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan, dengan kontraksi terbesar terjadi pada bubur kayu (pulp) sebesar 17,96%, diikuti produk kimia tertentu dan komoditas hortikultura seperti buah-buahan.
Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas Riau masih terkonsentrasi pada sejumlah pasar utama. Tiongkok menjadi tujuan terbesar dengan nilai US$892,28 juta atau berkontribusi 17,54% terhadap total ekspor nonmigas.
Selanjutnya, India menyerap ekspor sebesar US$579,89 juta (11,40%) dan Malaysia sebesar US$400,40 juta (7,87%). Secara total, ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 36,82% dari ekspor nonmigas Riau.
Secara kawasan, ekspor ke ASEAN mencapai US$900,54 juta atau naik 2,30%, sementara ekspor ke Uni Eropa tercatat US$557,43 juta atau turun 14,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilihat dari sektor, ekspor nonmigas Riau masih didominasi oleh industri pengolahan yang tumbuh 6,23% (yoy) sepanjang Januari-Maret 2026. Nilai ekspor sektor ini mencapai US$5,01 miliar atau mencakup sekitar 95% dari total ekspor nonmigas. Sebaliknya, sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 16,89% dengan nilai ekspor sebesar US$74,78 juta.
#ekspor-riau #surplus-perdagangan-riau #ekspor-nonmigas-riau #ekspor-migas-riau #ekspor-cpo-riau #ekspor-lemak-minyak-riau #ekspor-bahan-kimia-riau #ekspor-makanan-olahan-riau #ekspor-pulp-riau #ekspor